|
Renungan Kamis, 23 Pebruari 2012 |
|
Bacaan Alkitab: Pengkhotbah 9 : 1 - 12
YESUS JAMINAN HIDUP
”Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik…” (Pengkhotbah 9 : 2a)

Dalam pasal ini kita menemukan beberapa fakta kehidupan, yaitu:
Hari esok itu adalah misteri (ay 1). Hari esok merupakan buku yang tertutup sampai sejauh yang kita renungkan. Kita memang tahu apa yang ingin kita lakukan dan kemana kita akan pergi dan apa yang ingin kita capai. Untuk itulah kita membuat rencana. Tetapi kita tidak merasa pasti tentang sesuatu. Keberhasilan mendadak mungkin kita peroleh atau kesempatan-kesempatan yang tidak kita harapkan. Atau tragedi mendadak menimpa kita, sehingga dalam waktu seketika hidup kita terasa runtuh. Tidak ada manusia yang dapat memastikan tentang hari esok untuk dirinya dan keluarganya.
|
|
Read more: Renungan Kamis, 23 Pebruari 2012
|
|
Written by Inawaty Suwardi
|
|
Wednesday, 08 February 2012 15:59 |
|
BERJUMPA DENGAN TUHAN (4) GIDEON: SEORANG PEMIMPIN YANG ENGGAN
Pertemuan : Dalam Keadaan Citra Diri Yang Lemah
Tempat: Dibawah Pohon Tarbantin
Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 6:11-24
Anak Muda yang lemah itu merangkak dengan tangan dan kakinya – ia tidak banyak berdoa – tetapi ia membungkuk di atas sebuah tumpukan gandum, mengirik untuk memisahkan butir-butir gandum dari kulitnya. Ia mendekam di tempat pemerasan anggur di dasar sebuah jurang dibawah pohon tarbantin yang besar.
Ia menengok ke atas dengan gugup, seperti seseorang yang sedang menghadapi bahaya. Ia melihat dengan takut ke arah satu semak ke semak lain; dan jika ia merasa yakin tidak ada seorangpun yang sedang mengintainya, ia kembali bekerja.
Ia menggilingkan sebuah batu yang bundar di atas bulir-bulir gandum untuk melepaskan kulit sekam dari bulirnya. Ia mengulangi proses itu dua hingga tiga kali untuk memastikan bahwa kulit sekam tidak lagi melekat pada bulir gandum. Lalu ia mengambil segenggam gandum yang sudah digiling,
|
|
Read more: Berjumpa dengan Tuhan (4) Gideon: seorang pemimpin yang enggan
|
|
Written by Rudy Suwardi
|
|
Wednesday, 08 February 2012 14:42 |
|
MEMBERI AIR UNTUK UNTA

Kejadian 24:1-20
Apa mimpi Saudara (Sdr) untuk tahun 2012 ini?
- Jika Sdr adalah seorang pelajar atau mahasiswa, Sdr mungkin ingin masuk kedalam kelompok tiga besar di kelas Sdr. Sdr tidak mau tetap berada di dalam kelompok pelajar dengan kinerja biasa-biasa saja.
- Jika Sdr bekerja di kantor, Sdr mungkin ingin mendapat promosi ke jabatan yang lebih tinggi, bahkan mungkin sampai ke tingkat direksi. Sdr tidak mau tetap berada di tingkat bawah untuk selama-lamanya.
- Jika Sdr berada dalam pelayanan, Sdr pasti ingin mendapatkan pelayanan yang lebih besar. Sdr tidak mau selalu mengerjakan hal-hal yang kecil saja.
- Dan diatas semuanya itu, saya percaya kita semua sebagai orang Kristen ingin semakin maju di dalam Tuhan.
|
|
Read more: Memberi Air Untuk Unta
|
|
Written by Inawaty Suwardi
|
|
Wednesday, 16 November 2011 15:47 |
|
BERJUMPA DENGAN TUHAN (3)
MUSA: HAMBA ALLAH
Perjumpaan : Ketika mengalami frustrasi
Tempat: Gunung Sinai di padang gurun
Alkitab: Keluaran 32: 1 – 34: 35
Keadaan puncak bukit itu sendiri merupakan suatu masalah, sama seperti masalah-masalah lainnya yang sedang dihadapi oleh Musa. Gunung itu tinggi – 2300 M – gunung itu curam – jalan setapaknya berbahaya, ada ular yang selalu mengintai dan batu karangnya terjal. Ia menghadapi keterbatasan fisik, Musa sudah lanjut usia – lebih dari 80 tahun. Beberapa orang berpikir bahwa ia terlalu lemah untuk sampai ke puncak dan turun kembali. Ketika ia memulai perjalanannya ke puncak gunung Sinai, terdengar sebuah seruan dari antara orang banyak, “Musa ………… akan mati di Gunung Sinai!”
|
|
Read more: Berjumpa Dengan Tuhan (3) Musa: Hamba Allah
|
|
Written by Rudy Suwardi
|
|
Wednesday, 19 October 2011 15:31 |
|
KENDALIKAN KEMARAHAN
Amsal 19:11

Seorang pedagang batik naik kereta api senja jurusan Jakarta- Surabaya. Ia adalah sorang yang suka tidur, dan ia perlu bangun untuk turun di stasiun Solo pada jam 5 pagi. Ia bertemu dengan seorang portir dan meminta tolong kepadanya, “Mas, Aku minta sampean untuk membangunkan aku jam 5 besok pagi supaya aku bisa turun di stasiun Solo Balapan. Aku adalah orang yang susah bangun,” katanya. “Jangan pedulikan kalau aku ngomel, rewel, atau cerewet ketika dibangunkan, jangan pedulikan apapun yang aku lakukan – aku harus turun di Solo. Kalau perlu, sampean jangan ragu, angkat saja badanku,” katanya, “turunkan dan tinggalkan aku di stasiun Solo Balapan.”
|
|
Read more: Kendalikan Kemarahan
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 14 |