gototopgototop

Search

-

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

User Login



notice
  • Please login

 

Cool...KOLEKSI HUMOR....LaughingSmile

 


 

Pandai Beralasan

Seorang pendeta melobi seorang konglomerat agar mau menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin agar mereka tak lagi berkekurangan. Namun, diluar dugaan, si konglomerat menolak mentah-mentah.

“Saya tak akan pernah memberikan sepeser pun untuk orang miskin Pak Pendeta, sebab saya takut mereka nanti tak akan masuk surga!”.

“Mengapa Bapak berkata demikian, bukankah hidup Bapak serba berkelimpahan?” tanya Bapak Pendeta.

Si konglomerat menjawab, “Bukankah ada tertulis, “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Tuhan karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga?!”.

 

Jadwal Kebaktian

Pak Amin yang baru masuk Kristen punya kebiasaan berbakti di gereja yang berlainan setiap hari Minggu. Suatu hari, pendeta sebuah gereja membesuknya.

Pendeta : “Kenapa Bapak minggu lalu tidak ke gereja? Sakit ya? Minggu depan berbakti lagi, ya Pak?”.

Pak Amin : “Sebentar Pak . . .” (Masuk ruangan dan ketika kembali membawa secarik kertas). “Maaf pak Pendeta, minggu besok jadwal berbakti saya bukan di gereja Pak Pendeta. Tiga minggu lagi saya pasti berbakti di gereja Bapak”.


Kunjungan

Suami : “Ma, siang ini ada temanku yang akan berkunjung ke rumah kita”.

Istri : “Ya ampun, Pa . . ., kamu kok sembarangan sih. Lihat rumah kita berantakan seperti kapal pecah. Lantai belum disapu, pakaian kotor menumpuk di kamar mandi, masakanku hangus, anak kita sedang diare. Aku juga belum mandi, masih dasteran begini . . .”

Suami : “Nggak apa-apa, Ma. Temanku ini mau menikah. Aku sengaja mengundang mereka, supaya mereka melihat hidup berkeluarga yang sesungguhnya!”

 

Korupsi

Dalam suatu gereja, ada salah seorang jemaat yang terlibat korupsi di kantor dimana ia bekerja. Sebagai seorang pendeta yang baik dan bijaksana, maka pendeta itu menggembalakan jemaat tersebut dengan cara konseling. Berikut petikan pastoral antara pendeta dan jemaat yang terlibat korupsi itu:

Pendeta : “Kenapa Bapak melakukan tindakan tercela seperti itu?”

Jemaat : “Gimana ya, Pak. Soalnya kebutuhan saya banyak”.

Pendeta : “Bukankah kita percaya bahwa Tuhan selalu mencukupi kebutuhan umat-Nya?”

Jemaat : “Benar Pak . . .”

Pendeta : “Lalu untuk apa saja uang haram itu?”

Jemaat : Ya, untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk didalamnya persembahan untuk pembangunan gedung gereja kita biar cepat selesai”. Katanya kalem.

Pendeta : “Haa...!!???!” (Kaget)

 

Dasar Tuli

Sepulang dari kebaktian gereja, dalam sebuah bis kota, Yosef yang baru pertama kali pergi ke gereja yang dikunjunginya pagi ini bertemu dengan salah seorang jemaat yang ia lihat duduk di pojok belakang.

Yosep : “Selamat siang, Pak!”

Jemaat : (tersenyum)

Yosep : “Saya lihat Bapak di gereja. Saya jemaat baru di gereja Bapak. Tadi pagi saya duduk tepat dua baris di depan bapak. Kenalkan, nama saya Yosep”.

Jemaat : “Sepertinya saya pernah melihat Anda. Dimana ya? Oya, di gereja! Sepertinya Anda jemaat baru ya? Siapa namanya, Dik?”

Yosep : “????? Eh…., betul, Pak. Nama saya Yosep. Aduh, panas sekali udaranya”.

Jemaat : “Luar biasa! Baru sekali datang ke gereja kami, Anda sudah tahu kondisi gereja kami. Betul , Dik, tapi itu kan urusan pak Pendeta dan Majelis gereja”.

Yosef : “????!!”

Jemaat : “Saya tidak habis pikir, padahal semua kan tahu kalau kita tidak menjunjung tinggi firman Tuhan dan hanya mengikuti keinginan daging kita sendiri, tempat bagi kita pasti di neraka!”

Yosef : (mulai bosan) “Sebentar Pak, Bapak hendak turun dimana ya?”

Jemaat : “Sudah saya katakan tadi, pasti di neraka!”

Yosef : ?????!!

 

Istri baru

(Kisah dibawah ini adalah kisah nyata). Seorang bapak (jiwa baru) bersaksi demikian, “Tuhan itu Mahatahu, Mahabaik. Belum lama saya mengenal-Nya, saya sudah merasakan kebaikan-Nya. Dia tahu kalau istri saya sudah tua dan sakit-sakitan, maka Dia berikan kepada saya istri baru yang muda, cantik, gesit dan…………..”

“Sudah, sudah, stop!!”, sela Pak Pendeta.

 

Siapakah Tetanggamu?

Seorang pendeta sedang berkhotbah tentang kasih. Ia menganjurkan agar jemaatnya mengasihi sesamanya, termasuk para tetangga.

Untuk menekankan khotbahnya, pendeta itu selalu melontarkan pertanyaan, “Siapakah tetangga Anda?”

Demikianlah pertanyaan itu selalu dilontarkannya.

Seorang anak kecil yang kebetulan ikut orang tuanya dalam kebaktian itu segera berdiri dan berkata, “Pak Hasibuan….. Pak Hasibuan, Pak Pendeta!!”.

 

Laporan Yang Singkat

Karno adalah seorang masinis kereta api. Ia mempunyai kebiasaan mengirim laporan yang terlalu panjang untuk persoalan-persoalan kecil.

Suatu hari ia menerima nota dari kantor pusat perusahaan kereta api yang minta agar ia belajar membuat laporan singkat..

Tak seorang pun di kantor pusat yang dapat memahami laporan berikutnya yang dikirimkan Karno tentang kerusakan kereta api.

Laporan itu berbunyi : “Mati lagi. Nyala lagi. Mati lagi. Nyala lagi. Mati lagi. Hormat saya, Karno”.

 

Pastor Liburan

Dua orang pastor memutuskan untuk pergi liburan ke Bali dan mereka bertekad untuk membuat satu liburan yang sesungguhnya dengan tidak mengenakan apa-apa yang akan mengidentifikasi mereka sebagai pendeta atau pastor. Begitu pesawat mendarat, mereka menuju sebuah toko dan membeli beberapa celana pendek, kaos, sandal, kacamata hitam.

Keesokan harinya mereka pergi ke pantai mengenakan pakaian "turis" mereka. Mereka duduk di kursi pantai, menikmati minuman, sinar matahari dan pemandangan ketika ada gadis cantik datang berjalan lurus menuju mereka. Gadis itu melewati mereka ia tersenyum dan berkata, "Pagi Bapa..."
Mereka berdua terpana. Bagaimana di dunia dia tahu bahwa mereka adalah pastor?

Jadi hari berikutnya, mereka kembali ke toko membeli pakaian lain dan dalam pakaian baru mereka, mereka duduk di kursi mereka untuk menikmati sinar matahari.

Setelah beberapa saat, si gadis cantik yang sama, meluangkan waktunya, datang berjalan ke arah mereka. Lagi-lagi ia mengangguk pada setiap dari mereka, dan berkata "Pagi Bapa..." dan mulai berjalan pergi.

Salah satu pastor tidak tahan lagi dan berkata, "Tunggu sebentar, nona muda."

"Ya, Bapa?"

"Kami adalah pendeta dan bangga akan hal itu, tapi aku harus tahu, bagaimana di dunia ini Anda tahu kami adalah pendeta, dengan pakaian seperti ini?"

Dia menjawab, "Bapa, ini aku, Suster Kathleen..."

 

Gigi Palsu…

Seorang pemimpin dalam sebuah perjamuan makan tergesa-gesa menghadiri perjamuan tersebut. Ketika sampai di tempat perjamuan, ia langsung duduk di kepala meja.

Tiba-tiba dia sadar bahwa dia lupa memasang gigi palsunya yang tertinggal di rumahnya. Dia berkata pada pria disebelahnya, “Saya lupa memasang gigi palsu saya”.

Si pria menjawab, “Oh, itu bukan masalah”. Seketika pria itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan sepasang gigi palsu.

“Cobalah ini,” tawarnya.

Si pemimpin mencobanya. “Terlalu longgar,” katanya.

Kemudian si pria berkata, “Saya masih punya yang lain, ini cobalah lagi”.

Si pemimpin itu kembali mencoba dan berkata, “Terlalu sempit”.

Si pria tidak mengambil kembali gigi yang sudah diberikannya tadi. Ia berkata, “Saya masih punya sepasang gigi palsu lagi, . . . cobalah”. Si- pemimpin itu mencobanya dan berkata, “Wah, . . . yang ini sangat cocok, sempurna!”

Dengan gigi tersebut si pemimpin itu memakan makanannya dan memberikan alamatnya pada si pria yang menolongnya. Setelah makan malam selesai, si pemimpin mengucapkan terimakasih pada pria yang telah menolongnya. “Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan Anda. Kantor Anda di mana? Saya sudah lama mencari dokter gigi yang hebat seperti Anda”.

Si pria menjawab, “Oh, . . . saya bukan seorang dokter gigi. Saya hanyalah seorang penjaga makam”.

 

Doa Natal

Setiap hari Natal, seorang nenek biasanya memberikan kado Natal kepada cucu-cucunya yang masih kecil dan ia biasa mengatakan kepada mereka bahwa kado-kado itu adalah pemberian dari Tuhan Yesus.

Suatu ketika menjelang Natal, si kecil Michael yang berumur 5 tahun berdoa dengan suara yang sangat nyaring di kamarnya meminta sebuah Video Game kepada Tuhan. Ibunya yang mendengar doa tersebut, memberi pengertian bahwa Tuhan Yesus bisa mendengar doa anak-anak-Nya tanpa perlu berteriak-teriak kepada Tuhan.

Mama : “Mike, doanya jangan kencang-kencang dong, sayang .”

Michael : “Harus kencang dong, Ma! Nanti kan nggak kedengaran!”

Mama : “Siapa bilang Yesus nggak dengar?”

Michael  : “Bukan Yesus, Ma . . . tapi Oma! Kalau Oma nggak dengar, gimana Oma bisa kasih Video Game?!”

Mama : “????!!!!. . .”

 

Iblis ada di mimbar

Pada suatu hari Minggu, kebaktian sedang berlangsung di sebuah gereja. Dengan begitu semangatnya pendeta berkhotbah tentang iblis dan pengaruhnya bagi orang percaya. Tiba-tiba ada seorang jemaat yang datang terlambat. Dia duduk di bangku paling belakang. Jemaat lain tetap setia mendengarkan khotbah pendeta.

“Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, di zaman akhir ini kita perlu waspada dan iman kita perlu semakin dikuatkan. Godaan setan ada dimana-mana, suatu saat ia ada di belakang kita . . .” Tiba-tiba jemaat yang datang terlambat dan duduk di bangku paling belakang itu pindah tempat duduk di tengah, dan kembali mendengarkan khotbah.

“ . . . Iblis begitu licik dan lihai, suatu saat ia pun berada di tengah-tengah kita . . .”

Jemaat itu mulai gelisah, “Wah, jangan-jangan pendeta itu sentimen kepada saya, mentang-mentang saya datang terlambat!” Akhirnya ia memutuskan untuk pindah tempat duduk di bangku paling depan dan dengan muka yang bersungut-sungut ia kembali mendengarkan khotbah”

“Saudara-saudara, sekali lagi saya tegaskan bahwa iblis ada dimana-mana, iblis ada di belakang kita, di tengah kita, bahkan iblis pun ada di depan kita untuk mencobai iman kita . . .”

Karena sudah tidak dapat menahan emosinya, jemaat itu kemudian berdiri sambil berkata: “Iblis juga ada di mimbar!!!” (Pendeta spontan kaget!)

 

Siapa Sih Dokternya?

Seorang laki-laki sakit keras dan meninggal dunia setelah dioperasi jantungnya di rumah sakit. Ketika dia tiba dipintu gerbang surga, malaikat melihat ke daftar dan berkata,

“Nama Anda tidak tercantum dalam daftar orang yang masuk surga hari ini. Lebih baik Anda mencoba datang ke pintu gerbang satunya”.

“Astaga, tidak! Saya hidup sebagai orang baik. Saya tidak pernah lupa pergi ke gereja. Saya suka memberikan derma kepada orang miskin. Saya selalu berusaha baik kepada semua orang dan selalu menjauhi larangan Tuhan. Tolong jangan tolak saya. Coba cek lagi nama saya di computer kehidupan, siapa tahu ada kekeliruan?”

Maka malaikat itu mengecek kembali file keanggotaan surga di komputernya, dan menemukan jawabannya.

“Ya betul,” kata malaikat, “nama Anda memang ada disini. Tapi seharusnya Anda datang ke sini tiga tahun lagi. Siapa sih dokter Anda?”

 

Pasang Iklan

Seorang pendeta pasang iklan di surat kabar untuk mencari pembantu rumah tangga. Keesokan harinya seorang pemuda berpakaian perlente datang ke rumah pendeta.

“Kau bisa menyalakan kompor dan menyiapkan sarapan sebelum pukul tujuh pagi? Kau bisa menggosok perabotan perak, mencuci piring, membersihkan seluruh rumah dan memangkas rumput?” Tanya pendeta lagi kepada pemuda itu.

“Begini, Pak Pendeta,” kata si pemuda, “Saya datang ke sini untuk mengurus rencana perkawinan saya, tetapi kalau harus melakukan semua itu, saya memutuskan untuk melupakan rencana saya itu”.

 

Air Suci

Kris pulang dari Israel. Saat diperiksa di bea cukai ketemu sebotol cairan.
Kata petugas : "Apa isinya?"
Kris : "Air suci pak...dari Israel."

Petugas kemudian membuka tutup botolnya :

Petugas : "Kok bau alkohol".

Kris : "Wow, berarti mujizat terjadi. Air telah menjadi air anggur!

Petugas : ??!)%#?!#)!$??!

 

Suami Istri Berantem

Karena krismon (krisis moneter) yang tak berkesudahan, sepasang suami istri yang tadinya akur belakangan jadi sering berantem. Nggak peduli waktu, biarpun malam mereka nggak mau gencatan senjata, sehingga kedengaran sama tetangganya.
"Pokoknya kalau gue mati, gue bakal jadi zombi, gue keruk lagi tanah didepan gue, terus bangun buat ngejar lu!" demikian kedengaran sumpah serapah suaminya.
Tetangga yang mendengarnya ikut merinding lantaran menurut gosip yang beredar sang suami punya ilmu hitam.

Suatu hari sang istri terkejut lantaran serombongan orang mengantarkan suaminya yang telah menjadi jenazah. "Suami anda adalah salah satu korban kerusuhan yang terjadi di Pasar Swalayan" demikian keterangan para pengantar. Biarpun benci, tapi sebagai istri dia harus menguburkannya dengan baik.

Beberapa hari berlalu setelah penguburan sang suami, para tetangga heran karena sang istri nampaknya enggak merasa takut sedikitpun terhadap ancaman suaminya dulu.
"Kamu tidak takut dengan sumpah suami kamu?" tanya tetangganya.
"Nggak..!
Ngapain takut?!" jawab sang janda. "Biarin saja dia ngerukin tanah. Dia gue kuburin ngadep kebawah kok..!"

 

Cinta itu Abadi?

Apa benar cinta suami istri abadi? Ada kisah menarik dari pasangan John dan Ester. Ceritanya begini, sebelum menikah : kepala Ester kepentok pintu mobil. Dengan cekatan John sang pacar buru-buru mengusap-usap kepala kekasihnya sambil berkata, “Kau tidak apa-apa darling?” Katanya dengan mesra.

Tapi ketika peristiwa yang sama terjadi dan mereka sudah menjadi suami istri, John buru-buru mengusap pintu mobilnya, “Aduh, untung nggak lecet”.

 

Si Tole & Toko Jam

Seorang pemuda asli dari Minahasa tepatnya di salah satu kampung yang masih merupakan wilayah Tondano datang ke Jakarta. Nama pemuda itu Yantje tetapi dikampungnya ia biasa dipanggil Tole (Pada umumnya setiap pemuda di Tondano dipanggil dengan sebutan Tole).

Karena jam tangan yang dibawanya dari kampung sudah rusak makanya ia berniat untuk membeli jam tangan baru. Akhirnya ia pergi ke Pasar Baru dengan tujuan membeli jam tangan. Ia memasuki sebuah toko yang di sambut dengan senyuman yang hangat dari si penjual toko jam tangan. “Mau beli jam tangan ya, Mas?” sambut si penjual jam dengan ramah. Tole mengangguk dengan senyuman yang ramah juga.

“Banyak pilihannya kok, mas. Pilih aja merk jam yang Mas sukai”. Si Tole hanya mengangguk dengan senyuman dibibirnya. Ia masih malu menjawab dengan kata-kata, ia kuatir jangan sampai salah ngomong karena belum pintar berbicara logat Jakarta. Maklum baru 2 hari yang lalu si Tole berada di Jakarta. Di kampungnya, sehari-hari ia hanya biasa memakai bahasa daerah (logat kampung).

“Pilih jam yang mana, Mas?” tanya si penjual. Beberapa saat kemudian Tole menunjuk jam yang terpajang diantara jam tangan lainnya. “Seiko?” tanya si penjual karena yang di tunjuk si Tole jam merk Seiko. Si Tole terperanjat. ‘Wah, rupanya penjual jam ini se-daerah juga dengan saya. Kenapa nggak ngomong dari tadi’ pikir si Tole. (Di kampungnya “Sei ko” artinya “Siapa kamu”, yang bermaksud menanyakan nama atau asal kampung).

Karena si Tole asyik melamun, si penjual bertanya lagi “Mas, Seiko?” Dengan cepat si Tole menjawab “Nyaku, Tole dari Tondano!!” (artinya: Aku, Tole dari Tondano). Penjual : “?????”

 

Televisi Dan Kekerasan

Randa memberitahukan temannya, Rindi, bahwa televisi memang dapat menimbulkan kekerasan.

Randa : "Televisi memang menimbulkan kekerasan."
Rindi : "Kenapa kamu berkata seperti itu?"
Randa : "Karena setiap kali aku ganti channel untuk memin-

dahkan acara berita ke acara hiburan, maka ayahku akan langsung memukulku."
Nindi : "Oooo.... Gitu ya????"

 

Hilang Pendengaran

GERI pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang sudah hilang pendengaran.
“Seberapa burukkah pendengarannya?” tanya dokter.
“Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak kalau bicara dengannya.”
“Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter darinya, lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya, lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa jarak maksimal pendengarannya.

Maka, Geri pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur. Dari jarak 6 meter ia berteriak, “Makan apa kita malam ini?” Tak ada jawaban. Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan menanyakan hal yang sama. Juga tak terdengar jawaban. Begitu juga pada jarak 3 meter.

Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. “Makan apa kita malam ini?” katanya setengah berteriak.

Istrinya berbalik menghadap Geri, memelototinya, dan berteriak: “Untuk keempat kalinya kubilang: KAMBING GULING!”

 

Banyak Omong

Minny adalah orang yang tidak bisa berhenti ngomong. Dari sejak terbitnya matahari sampai tenggelamnya, ia tidak putus-putusnya untuk berbicara. Memang banyak orang yang tidak menyukai sifatnya yang "nonstop and over talk active" ini. Akhirnya, jatuh juga korban yang pertama, yaitu suaminya sendiri. Minny segera membawa suaminya ke dokter. Setelah memeriksa dengan saksama, akhirnya dokter menjelaskan kepada Minny.

Dokter : "Saya meresepkan cukup banyak obat untuk kesembuhan suami Anda. Ini adalah obat tidur."

Minny : "Kapan saya harus berikan obat ini kepadanya, Dok?"

Dokter : "Ini bukan untuknya, Anda yang harus makan obat ini agar suami Anda dapat mempunyai waktu istirahat yang cukup."

 

Gigi Terakhir

Di dalam pelajaran Biologi, seorang guru SMP bertanya kepada murid-muridnya.

"Gigi yang kita peroleh paling akhir dinamakan gigi apa, anak-anak?" tanya sang guru.

Seorang murid menjawab dengan lantang, "Gigi palsu!"

 

Katak yang Lain

Dalam pelajaran Biologi guru bertanya kepada murid-murid yang ada dikelasnya, "Binatang apa yang dapat hidup di air dan di darat?"

"Katak Bu Guru!" jawab mereka lancar.
"Lalu apa lagi," guru bertanya lagi.
"Katak-katak yang lain juga bisa, Bu!" jawab mereka semangat.


Semakin Baik

Seorang anak kecil berada di pangkuan opanya. Setelah memandangi pipi opanya yang sudah banyak kerutnya, Christo bertanya kepada opanya.

Christo : "Opa, apa Tuhan menciptakan Opa?"
Opa : "Ya, sayang. Tuhan menciptakan Opa beberapa puluh tahun yang lalu."
Christo : "Opa, apa Tuhan menciptakan Christo juga?"
Opa : "Tentu, sayang. Beberapa waktu kemudian Tuhan menciptakan Christo juga."
Christo : "Ternyata buatan Tuhan semakin lama semakin bagus dan baik ya, Opa..."

 

Tanda Tanya

Seorang hamba Tuhan mendoakan seorang laki-laki yang sedang koma di sebuah RSU. Beberapa hari kemudian, hamba Tuhan itu berjumpa istri pasien yang didoakannya.

Hamba Tuhan : “Bagaimana keadaan suami ibu sekarang, apa masih koma?”

Ibu : “Oh, sekarang sudah tidak koma lagi, tetapi tanda tanya”.

Hamba Tuhan : “Kalau tidak koma berarti sudah sembuh. Kok, kata Ibu sekarang malah tanda tanya?”

Ibu : “Maksud saya, apakah suami saya masuk surga atau neraka, itu yang menjadi tanda tanya”.

 

Perang

Setelah menjelaskan panjang lebar tentang ungkapan, Guru Bahasa Indonesia meminta murid-muridnya membuat kalimat dengan kata "PERANG"

Giliran ke 1 Miing menjawab : “Karena berbeda pendapat, Wati dan Budi "perang mulut".
Guru : “Bagus...sekarang kau Pono!”
Pono : “Menjelang Lebaran toko-toko melakukan "perang harga".
Guru : “Bagus…., dan kau Anto...!?”
Anto : Ayah ke Kantor Pos membeli "perang-ko"
Guru :?????????????????????? :(

 

Anak dan Ibu

Seorang anak perempuan yang duduk di kelas IV SD pulang ke rumah dengan perasaan riang setelah ulangan Bahasa Indonesia di sekolahnya. Sesampainya di rumah, sang anak menemui ibunya..

Anak : “Ibu, tadi di sekolah aku ulangan bahasa indonesia. Perasaanku jawabannya benar semua, tapi aku ragu Ibu..!!”
Ibu : “Emang soalnya apa saja..??”
Anak : “Gini bu, kalau seorang suami mempunyai 2 istri, apa namanya?”
Ibu : “POLIGAMI, Nak..!”
Anak : “Yess aku betul..!! Trus, kalau seorang istri punya 2 suami, apa namanya ibu..?”
Ibu : “POLIANDRI, sayang”
Anak : ”YESS aku betul lagi, trus ibu, kalau seorang suami punya 1 orang istri saja, apa namanya??”
Ibu : “MONOGAMI, nak”
Anak : “Yaaa…salah………, soalnya kata Ayah MONOTON”

Ibu : ??!$%?!#(?!!%?

Tiga Sahabat

Kisah 3 sahabat yang sedang mudik naik perahu layar…..

Abdullah beragama Islam, Petrus beragama Kristen sedangkan Teng Si Lap tidak beragama.

Ketika sedang berada di tengah laut, tiba-tiba perahu mereka bocor dan hampir tenggelam.

Abdullah segera berdoa : “YA ALLAH, Ya Robbi, berdirilah disampingku…!”

Petrus pun berdoa : “YA TUHAN YESUS, dampingilah daku…”

Namun, tidaklah demikian dengan Teng Si Lap, ia panik dan berkata: “Haiyaaah…, ini perahu sudah mau tenggelam, tapi mereka malah mau tambah dua penumpang lagi? Wa si liau ce pai…” (Artinya : MATILAH AKU KALI INI…!!).

 

 

Alamat Kami :

GSJA CWS RAJAWALI
Graha Rajawali

Ruko Mal Depok Blok B 42-43
Depok - Jawa Barat
Indonesia

Hubungi Kami :

Telp. +62 21 776 0204;  Fax. +62 21 776 0205
E-mail: info@rajawalifamily.com

webadmin@rajawalifamily.com