|
MENANG atas PENDERITAAN
Ayub 1:13-22

Fakta-fakta mengungkapkan
- Baik orang percaya maupun non percaya dapat diperhadapkan kepada berbagai penderitaan.
- Baik orang benar maupun orang fasik dapat saja mengalami kehilangan harta dan orang-orang terkasih.
Simaklah kesaksian tentang Ayub
“Ayub seorang yang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
- Dalam satu malam, ketika Iblis atas seizin Allah menjarah kekayaannya, Ayub kehilangan:
- 500 pasang lembu sapi dan 500 ekor keledai betina (ay 14-15)
- 7000 ekor kambing domba (ay 16)3000 ekor unta (ay 17)
- 7 anak lelaki dan 3 anak perempuan (Ay 2, 13, 18-19)
Teladan kehidupan Ayub mengingatkan:
ORANG BENAR HARUS TETAP BERKEMENANGAN DI TENGAH SEGALA PENDERITAAN
Agar kita semua berkemenangan atas segala penderitaan
Mari kita pelajari dan praktekkan 4 teladan indah dari kehidupan Ayub
I. AKUILAH KESEDIHAN KITA SECARA WAJAR (Ay 20)
- Jangan memendam kesedihan karena dapat menimbulkan penyakit dalam. (Ayub mengoyak jubahnya).
- Jangan mengumbar emosi karena dapat menimbulkan syak bagi orang lain. (Ayub mencukur kepalanya)
Falsafah seorang pemenang
- What really matter is not what happened to us or among us but what happened IN us.
- Kualitas kehidupan kita sekarang ini hanya 10 % dipengaruhi dipengaruhi oleh apa yang dikatakan dan dilakukan orang lain kepada atau tentang kita, 90% ditentukan oleh PILIHAN-PILIHAN kita sendiri. Jadi, diri kita sendiri lah yang paling bertanggung jawab dalam menentukan baik atau buruk masa depan kita.
II. SADARILAH EKSISTENSI DASAR KITA (Ay 21 a)
- Setiap orang lahir ‘telanjang’ – tanpa memiliki apa pun.
Seorang yang SADAR
- Mengembangkan sikap hati yang “berkecukupan” atas apa pun dan berapa pun berkat materi yang SUDAH Tuhan sediakan, sehingga merdeka dari persungutan (1 Tim 6:6-8).
- Melatih dirinya menjadi ‘pemburu kekayaan rohani’, sehingga merdeka dari ketamakan akan harta duniawi (1 Tim 6:9-11).
- Say NO to GREEDY Say YES to GRATEFULL.
- Masing-masing mati ‘telanjang’ – tanpa dapat mengajak siapa pun.
Seorang yang “SADAR”
- Menumbuhkembangkan iman yang “pribadi dan langsung” bertaut kepada Tuhan, tanpa kebergantungan kepada siapa pun yang lain (Mat 10:37 bnd Luk 14:26 bnd Ayub 2:8-10).
- Melatih dirinya menjadi “umat yang siaga”, sehingga siap kapanpun Tuhan memanggilnya atau menjemputnya (Mat 24:40-44 bnd Ayub 1:5-6).
III. HARGAILAH KEDAULATAN ADMINISTRASI ALLAH (Ay 21:b)
- Dengan mensyukuri kelimpahan pemberian berkat-Nya.
- Bersyukur! Bersyukur!! Bersyukurlah!!
- Karena segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian Tuhan.
- Karena Tuhan tidak pernah mengambil apa yang Dia tidak berikan. Lih Ayub 42:10, 12
- Karena Tuhan selalu memberi jauh lebih banyak daripada yang dapat kita berikan atau doakan!
- Dengan mengasihi setiap relasi sebagai pemberian Allah.
Setiap relasi = instrumen penajam (Ams 27:17)
- Ayub tetap mengasihi sahabat-sahabatnya walaupun mereka tidak berkata benar, sehingga mendapatkan bonus pemulihan dengan saudara-saudaranya (Ayub 42:10a, 11).
- Ayub tetap mengasihi istrinya walaupun “super rese”, sehingga mendapatkan bonus pemulihan dengan anak-anaknya (Ayub 42:13-16).
IV. SEMBAHLAH TUHAN SEMATA-MATA KARENA DIA TUHAN (Ay 20b, 21 c)
- Karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, sementara harta benda dapat pergi kapan saja (Ayub 1:20b bnd 1 Tim 6:17)
- Karena TUHAN tidak pernah melupakan kita, sementara relasi suatu saat dapat melupakan kita (Ay 21c)
Tuhan TIDAK pernah lupa
-
- Untuk mendoakan
- Untuk memberikan dorongan untuk mengalirkan kasih-Nya
- Untuk mencurahkan kuasa-Nya
- Untuk mempersiapkan berkat baru di setiap hari yang baru
- Untuk membukakan pintu-pintu dan jalan-jalan baru yang lebih lebar
- Untuk menggenapi janji-Nya akan masa depan yang penuh pengharapan.
Klik disini untuk melihat dalam bentuk Slide dalam format pdf (gunakan browser Opera atau Google Chrome untuk mendapatkan tampilan yang baik)
|