gototopgototop

Search

-

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

User Login



User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Inawaty Suwardi   
Wednesday, 24 March 2010 17:15

GOD BLESS YOU

Seri : God Bless You

(1) PENGERTIAN “GOD BLESS YOU” (TUHAN MEMBERKATIMU)

Ketika saudara memberkati orang lain, Saudara meminta kepada Tuhan agar memberi nilai tambah, kemakmuran, perlindungan atau perkembangan rohani kepada mereka. Buku ini menggunakan tiga assumsi: (1) Tuhan akan memberkati manusia. (2) Ia menggunakan manusia untuk memberkati orang lain. (3) Saudara dapat memberi nilai tambah pada kehidupan orang lain ketika Saudara memberkati mereka.

 

Apa arti sebenarnya dari “GOD BLESS YOU” (TUHAN MEMBERKATIMU)? Seusai kebaktian, kita pada umumnya saling mengucapkan “Tuhan memberkatimu”. Apa artinya? Setiap menutup percakapan tilpon, atau SMS biasanya kita mengatakan “Tuhan memberkatimu”, apa artinya?

Sebelum makan, pada umumnya kita akan berdoa: ”Tuhan, berkati hidangan yang tersedia, dan berkati juga tangan-tangan yang sudah menyediakannya..........” Apa artinya kita memberkati makanan?

A. LATAR BELAKANG ALKITABIAH TENTANG BERKAT

Kata “berkat” dalam Perjanjian Lama berasal dari bahasa Ibrani yang artinya “berlutut”, seperti yang dilakukan oleh rakyat yang berlutut di hadapan seorang raja ketika mengajukan suatu permintaan. Mereka mungkin meminta uang, kenaikan pangkat, penghargaan atau beberapa berkat lainnya – beberapa “nilai tambah” bagi kehidupannya. Dengan jalan berlutut di hadapan raja, sebetulnya mereka juga “memberkati” raja karena sudah menghormati raja. Sebagai balasannya, mereka berharap raja akan memberkati mereka.

Sesuai dengan pengertian tersebut, manusia juga terdorong untuk “memberkati Tuhan” dan “memberkati nama Tuhan yang kudus”. “Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Bless the Lord, O my soul; And all that is within me, bless His holy name! (Mzm 103:1). bukan berarti kita memberi “nilai tambah’ kepada Tuhan”, tetapi kita berlutut dihadapannya dalam penyembahan.

Jadi istilah “berkat” dalam Alkitab meliputi pengertian yang jauh lebih luas dari sekedar “nilai tambah”. Tuhan berjanji untuk memberkati umat-Nya dalam Perjanjian Lama dengan berbagai cara dan keadaan apabila mereka mau mengikut Dia:

”(3)Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (4)Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5)Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (12)Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu ....................” (Ulangan 28:3-5, 12).

Semua jenis berkat dalam konsep tersebut adalah begitu luas, sehingga pengertiannya hampir sama dengan istilah ”shalom” dalam bahasa Ibrani, yang sering kali diterjemahkan sebagai ”damai sejahtera”. Istilah ”damai sejahtera” memiliki pengertian yang jauh lebih luas daripada sekedar lawan kata perang. Ketika Tuhan memberkati umat-Nya – atau memberi mereka damai sejahtera – Tuhan mmemberikan suatu keadaan yang nyaman, aman, dan dalam perlindungan penuh dari Tuhan. Karena itu biasanya istilah ”berkat” dan ”damai sejahtera” digunakan bersama-sama, seperti dalam Mazmur 29:11 ”TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!”

 

Dalam Perjanjian Baru, istilah ”berkat” berasal dari bahasa Yunani eulogeo. Istilah ini terdiri dari awalan eu, yang artinya ”baik” dan logeo, ”berkata” jadi pada saat Saudara memberkati seseorang, Saudara ”mengatakan hal-hal yang baik” kedalam hidupnya.

B. PENTINGNYA FIRMAN

Hal tersebut mengingatkan kita mengenai betapa pentingnya memperkatakan Firman di dalam ucapan-ucapan kita. Yesus berkata:

”Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” (Mat 12: 36-37).

Yesus menetapkan/memberikan kuasa khusus dalam kata-kata yang diucapkan oleh para murid-Nya. Setelah Petrus membuat ”pengakuan yang baik”. Yesus berjanji, bahwa ”Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 16:19).

Konsep Alkitab mengenai kuasa ucapan berasal dari kuasa Firman Tuhan, yang diucapkan ketika dunia diciptakan. Tentu saja sebagai manusia kita tidak memiliki kuasa yang sama! Meskipun demikian, ucapan-ucapan kita merupakan gambaran dari kuasa Firman. Apakah kita menggunakan lidah kita untuk memberkati atau untuk mengutuk? Ketahuilah bahwa sebagian dari kuasa penciptaan Tuhan dilekatkan pada ucapan manusia. Berbicara adalah hal yang sangat penting! Berbicara seringkali merupakan cara Tuhan untuk membuat pernyataan bagi kita, dan ada gema dari suara Tuhan mengenai penghakiman atau belas kasihan ketika kita berbicara mengenai orang lain.

Karena itu mulai sekarang saudara harus lebih sensitif terhadap kuasa dari ucapan saudara yang dampaknya dapat menyakiti atau menyembuhkan.

Contoh yang paling besar mengenai kuasa memberkati adalah Tuhan memberikan Anak Allah kepada kita ketika Tuhan memberkati kita atau Tuhan memberikan keselamatan kepada kita ketika Tuhan ”mengatakan hal-hal yang baik” kepada hidup kita : ”Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu”. (Kis 3:26)

Jadi ketika kita saling mengucapkan ”Tuhan memberkatimu”, kita memikirkan adanya ”nilai tambah” bagi hidup mereka. Kita meminta Tuhan untuk memberi kemakmuran kepada mereka, dan juga barangkali untuk memberikan kesehatan jasmani, atau memberkati hubungannya dengan orang lain.

Dalam arti yang lebih luas, kita ”berlutut di hadapan Tuhan agar Tuhan mengucapkan hal-hal yang baik ke dalam kehidupan orang-orang yang kita kasihi – memberkati mereka dalam arti membungkus mereka dengan hadirat-Nya, belas kasihan-Nya, karunia-Nya dan damai-sejahtera-Nya - untuk mengisi hidup mereka dengan semua hal yang baik.

 

Mengucapkan ”Tuhan memberkatimu” artinya, seseorang mengucapkan kata-kata yang baik ke dalam hidup orang lain

 

Gambar yang paling banyak dilihat orang mengenai Yesus dalam Perjanjian Baru adalah gambar Yesus ketika memberkati anak-anak. ”Ia (Yesus) memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka”. (Mark 10:16).

Perhatikan apa yang dilakukan oleh Yesus.:

1. Ia adalah satu orang

2. mengucapkan kata-kata yang baik

3. ke dalam hidup anak-anak.

Apa yang dilakukan-Nya ketika Ia memberkati mereka? Ia membuat anak-anak menjadi makmur dan berbahagia. Ia memberikan diri-Nya sendiri untuk memberi nilai tambah kepada hidup anak-anak itu.

 

C. DIMENSI BERKAT

Tidak ada sesuatu yang ajaib ketika kita memberkati orang lain. Berkat bukanlah mujizat. Air dan es berasal dari sumber yang sama tetapi berbeda rasa dan jenis zat-nya.Demikian juga berkat dan mujizat adalah serupa. Es terbuat dari air, tetapi lebih dari pada air. Demikian juga mujizat adalah berkat dari Tuhan, tetapi mujizat lebih dari berkat.

Perbedaannya;

1. Berkat adalah baik, tetapi mujizat lebih baik lagi.

2. Berkat adalah kemakmuran dari Tuhan, tetapi kelepasan dari masalah secara supranatural adalah lebih dari kemakmuran.

3. Berkat dari teman sepelayanan memberikan nilai tambah, tetapi ketika Tuhan memberikan solusi dari masalah, hal itu lebih dari nilai tambah.

4. Berkat adalah memohon perbaikan/kenaikan dari Tuhan, tetapi bebas dari kecanduan adalah lebih dari hal itu.

 

Ketika secara supranatural Tuhan campur tangan atau membebaskan Saudara dari kesulitan, salah satu hasilnya tentu saja bahwa saudara diberkati oleh Tuhan. Semua pekerjaan Tuhan yang supranatural merupakan berkat bagi penerimanya. Tetapi ketika umat Tuhan mengucapkan sauatu berkat kepada orang lain, kadarnya lebih ringan. Berkat pada dasarnya adalah seseorang memanggil kedaulatan Tuhan untuk memberikan nilai tambah bagi hidup oarng lain.

Pada suatu hari yang panas seorang pegolf mengalami kepanasan sehingga mengalami serangan jantung. Ia tidak hanya memerlukan berkat; ia memerlukan doa kesembuhan. Ia memerlukan ambulans. Pegolf yang lain membawa dia kebawah sebuah pohon yang rindang di bukit dimana ia bisa merasakan tiupan angin yang sepoi-sepoi. Temperatur turun dari 32 derajat menjadi 27; ini adalah berkat. Tiupan angin yang sepoi-sepoi adalah nilai tambah untuk hidupnya.

Orang yang akan mati kelaparan tidak hanya memerlukan berkat; ia perlu makanan. Pada waktu makanan diberikan kepadanya; ia akan segera memakannya tanpa memikirkan rasanya. Makanan itu menyelamatkan hidupnya.

Tetapi apabila saya makan supermi pada suatu malam sebelum saya tidur, makanan itu tidak menyelamatkan hidup saya, juga bukan suatu mujizat. Kalau pembantu saya menambahkan beberapa butir bakso kedalam mangkuk saya, maka hal itu adalah berkat. Berkat adalah nilai tambah.

Berkat bisa terdiri dari nilai tambah yang alami/jasmani maupun yang supranatural. Nilai tambah yang alami mempengaruhi hidup kita sehari-hari, sedangkan nilai tambah yang supranatural mempengaruhi hubungan Saudara dengan Tuhan. Seringkali dua faktor tersebut saling tumpang tindih.

Apabila seorang isteri menyediakan makan pagi dan membawanya ke tempat tidur pada waktu suaminya bangun pagi, maka itu adalah contoh berkat alami yang diberikan isteri kepada suaminya. Setelah suami dan anak-anaknya berangkat, sang isteri bersaat teduh, menyembah, berdoa dan mempelajari Firman Tuhan. Sang isteri juga diberkati dengan nilai tambah rohani.

Apabila Saudara berdoa; ”Jadikan saya sebagai berkat bagi orang lain pada hari ini ....” apakah saudara ingin membuat hidup seseorang lebih bahagia, lebih mudah, atau lebih makmur? Itu adalah nilai tambah yang alami karena saudara membuat hidup seseorang menjadi lebih mudah. Tetapi apabila saudara memikirkan berkat rohani dalam pikiran Saudara, maka Saudara harus berdoa agar orang itu mendapat keselamatan atau mengalami pertumbuhan di dalam Kristus.

Apa yang dimaksud dengan berkat rohani? Berkat terbesar bagi setiap orang adalah hadirat/kehadiran Allah dalam hidupnya. Kita menghadiri banyak kebaktian penyembahan dimana tidak banyak hal yang terjadi. Kadang-kadang Saudara mungkin merasakan hadirat Allah yang luar biasa. Saudara melakukan penyembahan secara bebas. Tuhan mencurahkan Roh-Nya kedalam hidup Saudara (Kis 2:17). Beberapa orang menyebut pengalaman seperti ini sebagai ”kebangunan rohani”, tetapi untuk tujuan pembahasan kita, kita akan menyebutnya ”hadirat Allah yang memenuhi tempat itu”. Seperti hembusan udara dingin pada hari yang panas, Saudara kadang-kadang mengalami hadirat Allah yang menyegarkan.

Saudara juga rindu untuk menyegarkan kembali orang lain ketika saudara memberkati mereka secara rohani, menyebutkan nama Yesus kepada mereka. Saudara ingin agar mereka mengalami hadirat Alalh yang membangkitkan semangat. Apa dampak dari hadirat Allah bagi mereka? Ia membimbing mereka, memberi penerangan bagi pengertian rohani mereka. Memberi mereka sukacita dan melindungi mereka dari si jahat. Demikianlah Tuhan memberkati seseorang dengan hadirat-Nya.

Alkitab mengatakan bahwa: ”Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus di dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” (Eff 1:3). Ketika Saudara menyembunyikan hidup Saudara di dalam Kristus, maka Ia berdiam di dalam Saudara – ”Kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu”. (Yoh 14:20)

Ketika Saudara mengatakan bahwa suatu kotbah menjadi berkat bagi saudara, apa artinya? Apakah pesan Tuhan dapat dinikmati, ataukah Saudara sudah belajar sesuatu? Mungkin Tuhan memberitahukan bagaimana Saudara harus hidup, bagaimana menjadi orang Kristen yang lebih baik, atau bagaimana melayani Tuhan. Kotbah itu memberi nilai tambah rohani dalam hidup Saudra. Apakah ada berkat yang lebih baik daripada hadirat Allah dalam hidup saudara?

Ketika saudara memberkati orang lain, Saudara mengucapkan berkat-berkat Tuhan kepada mereka, ke atas mereka dan ke dalam hidup mereka, baik dalam bentuk berkat alami/jasmani maupun berkat rohani. Saudara sedang meminta sautu porsi tertentu dari hadirat Allah kedalam hidup mereka.

 

D. PELAJARAN

1. Tuhan dapat menggunakan berkat yang Saudara ucapkan kepada orang lain untuk memberikan satu porsi dari kasih yang dijanjikan-Nya, dan memberikan nilai tambah bagi hidup mereka.

2. Berkat yang saudara berikan adalah penting, karena Tuhan dapat menambahkan mujizat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya

3. Saudara dapat memintakan berkat baik berkat jasmani maupun berkat rohani bagi orang lain.

4. Berada di dalam Kristus adalah berada di tempat dimana saudara dapat mengalami semua berkat rohani (Ef 1:3)

 

TIGA LANGKAH BELAJAR ALKITAB.

A. Baca ayat-ayat Alkitab

B. Gunakan pertanyaan di bawahnya untuk menganalisa ayat-ayat tersebut

C. Tuliskan jawaban saudara pada tempat yang disediakan.

 

1. Ulangan 28:3-6,12

(3)Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (4)Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5)Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. (12)Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.”

 

Dengan cara apa Tuhan berjanji untuk memberkati umat-Nya?

 

 

(1)

 

 

(2)

 

 

(3)

 

 

(4)

 

2. Mazmur 103;1-2

Dari Daud. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Pujilah nama-nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

 

Bless the Lord, O my soul;

And all that is within me, bless His holy name!

Bless the Lord, O my soul, And forget not all His benefits.”

 

Bagaimana seorang manusia dapat ”memberkati” Tuhan?

 

 

 

 

 

 

3. Mat 12:36-37

”Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”

 

Bagaimana Yesus menekankan pentingnya apa yang kita katakan?

 

 

 

 

 

 

4. Markus 10:16

”Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka”.

 

Nilai tambah apa, atau manfaat apa yang dihasilkan oleh tindakan Yesus tersebut bagi anak-anak dan orangtuanya?

 

 

 

 

 

 

5. Eff 1:3

”Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus di dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

 

Berkat-berkat apa yang memberikan nilai tambah bagi hidup kita apabila kita ada di dalam kristus?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MEMBUAT CATATAN

Membuat catatan akan memberkati Saudara ketika Saudara mempelajari buku ini. Gunakan pertanyaan di bawah ini.

1. Apakah saudara benar-benar percaya bahwa Tuhan ingin memberkati kita, dan apakah Saudara percaya Tuhan akan memakai Saudara untuk memberkati orang lain?

2. Ketika orang mengalami kemakmuran, apakah Saudara berpikir bahwa mereka ”beruntung” ataukah Saudara berpikir bahwa Tuhan sudah memberkati mereka?

3. Apakah hal-hal yang baik yang telah terjadi di dalam kehidupan Saudara adalah berkat dari Tuhan?

4. Renungkan nada dan pola bicara saudara sehari-hari ketika berinteraksi dengan orang lain. Perbaikan apa yang dapat saudara lakukan dengan mengingat ucapan Yesus dalam Mat 12:36-37 mengenai pentingnya bahasa kita?

 

(Sumber: Elmer Towns, God Bless You. Alih bahasa oleh Inawaty Suwardi).

 

Alamat Kami :

GSJA CWS RAJAWALI
Graha Rajawali

Ruko Mal Depok Blok B 42-43
Depok - Jawa Barat
Indonesia

Hubungi Kami :

Telp. +62 21 776 0204;  Fax. +62 21 776 0205
E-mail: info@rajawalifamily.com

webadmin@rajawalifamily.com