gototopgototop

Search

-

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

User Login



Written by Inawaty Suwardi   
Wednesday, 24 August 2011 14:55

Seri Mazmur 23 : (14) PIALAKU PENUH MELIMPAH

Mzm 23:5: Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialakupenuhmelimpah.


Gembala.jpgSuatu perjalanan yang panjang dan panas melewati padang gurun yang tandus. Gembala berada di depan, memimpin Sdr dan kawanan domba menuju padang yang berumput hijau. Sdr mulai menyadari betapa haus rasanya. Lalu hidung Sdr mulai mencium aroma yang tidak asing dan sedang Sdr inginkan: air. Pikiran mengenai air membuat Sdr berjalan lebih cepat, dan lebih percaya diri. Lalu Sdr melihatnya – sebuah padang rumput dan sebuah kolam yang sejuk dan tenang dengan air yang sebening kristal. Padang rumput itu seperti sebuah meja yang diletakkan di hadapan Sdr dan dipenuhi dengan berbagai makanan yang enak. Kolam air yang murni tampak seperti piala (gelas/cangkir) – piala kesukaan Sdr – yang sedang diisi dengan minuman kesukaan Sdr. Kolam itu luas dan dalam, tetapi Sdr dapat melihat dengan jelas sampai kedasarnya. Sdr tahu bahwa Sdr tidak akan pernah dapat meminumnya sampai habis. Seberapapun yang Sd rminum – masih tersisa banyak.

Tuhan, terima kasih untuk air yang baik untuk aku minum ketika aku haus. Terima kasih telah menyediakan air bahkan lebih banyak lagi yang dapat aku minum.

Renungkanlah istilah “piala-ku”. Ketika Sdr datang di meja Tuhan, Sdr tidak melihat suatu piala yang asing, piala yang aneh atau suatu piala yang baru.Piala-piala demikian memang bagus, tetapi ketika Sdr merasa haus, Sdr ingin minum dari piala Sdr sendiri. Apakah Sdr pernah memperhatikan bahwa banyak orang memiliki piala/cangkir favorit untuk minum kopinya? Banyak orang menyimpan cangkir kopi favoritnya di kantor agar mereka tidak perlu minum dari gelas kertas atau gelas plastik.

Terimakasih, Tuhan, sudah mengijinkan aku minum dari pialaku.

 

Sdr tahu bahwa piala/cangkir yang Sdr pakai bukanlah cangkir kepunyaan orang tuamu. Sdr tidak dapat hidup dengan agama orang tuamu. Mereka mungkin orang Kristen dan jika demikian, Gembala sudah mengisi piala/cangkir rmereka pada banyak kesempatan.Tetapi di rumahTuhan, setiap orang mempunyai pialanya sendiri-sendiri. Jadi jangan mencoba minum dari piala orang tuamu. Ambil pialamu dari rak dan peganglah pialamu di bawah aliran sampai penuh. Maka Sdr dapat meng-klaim janji, “Pialaku penuh melimpah.”

Beberapa orang selalu memberi kesaksian mengenai apa yang diperbua toleh Tuhan bagi mereka pada masa yang lalu. Beberapa orang tidak pernah mencuci busa pada piala mereka yang berasal dari berkat kemarin. Setiap hari mereka pergi ke rak dan memeriksa pialanya apakah busa dari berkat sebelumnya masih ada di sana. Mereka bahka nmasih menggosokkan jarinya mengelilingi bagian dalam pialanya untuk memperoleh rasa yang tidak pernah hilang. Carilah mulut pipa/botol yang menyemburkan berkat hari ini dan penuhi lagi pialamu. Lalu Sdr dapat memuji Tuhan dan berkata, “Pialaku penuh melimpah sekarang!”

Tuhan, biarkan berkatmu mengalir.

 

Beberapa orang berkata, “Pialaku akan penuh melimpah”. Sekarang hidup mereka kosong dan mereka haus. Jika Sdr menekan orang-orang tersebut, mereka akan berkata, “Pialaku kosong.” Tetapi segera setelah mereka mengakui kehausannya, mereka akan dengan optimis memprediksi, “Pialaku akan penuh melimpah pada suatu hari nanti.” Apakah Sdr hidup pada masa depan? Apakah Sdr berencana untuk merasakann kuasa Tuhan pada suatu hari nanti?” Apakah Sdr berencana untuk mempelajari Alkitab sepanjang hari atau pergi ke pusat retreat dimana Sdr akan berdoa puasa sepanjang hari atau bahkan beberapa hari? Jangan merampok berkatmu hari ini dengan jalan hidup dalam harapan mengenai masa depan yang belum tentu dapat Sdr capai. John Maxwell berkata, “Hidup adalah perjalanan, bukan tujuan.” Sdr dapat memperoleh piala yang penuh pada hari ini.

Tuhan, isilah pialaku sekarang.

 

Beberapa orang lain berpikir bahwa mereka memiliki banyak piala. Mereka berdoa dengan optimis, “Tuhan, isilah semua pialaku.” Tetapi bukan begitu pemazmur berkata. Ia menjelaskan bahwa hanya ada satu piala. “Piala-ku penuh melimpah. Beberapa orang memiliki “piala gereja”. Dan mereka ingin piala itu diisi pada hari Minggu. Mereka juga memiliki piala yang lain yaitu “piala jabatan”, dan mereka ingin agar piala itu diisi pada hari pembayaran gaji. Murid-murid ingin “piala sekolah” mereka diisi pada hari ujian. Dan orang muda ingin agar ‘’piala kebahagiaan” mereka diisi pada malam kencan. Demikianlah begitu banyak jenis piala untuk disebutkan – piala olah raga, piala keluarga, piala hobi, dsb. Banyak yang mempunyai piala yang disembunyikan di dalam lemari terkunci. Misalnya adalah piala nafsu atau piala kecanduan.

Masalahnya adalah Sdr benar-benar hanya mempunyai satu piala, dan itu adalah diri Sdr sendiri. Semua yang Sdr pikirkan dan semua yang Sdr perbuat mempengaruhi setiap bagian dari hidupmu. Satu-satunya piala Sdr adalah keseluruhan hidup Sdr. Tuhan tidak hanya mengisi satu bidang kehidupanmu; Ia memegang kendali yang lengkap atau tidak sama sekali. Ia mengisi semuanya – atau tidak sama sekali.

Ketika sdr berkata, “Pialaku penuh melimpah,” Sdr sedang mengatakan bahwa Tuhan mempengaruhi semua kehidupan sdr dengan hadirat-Nya.


GILIRAN SDR BERDOA

Tuhan, Engkau sudah mengisi pialaku secara terus menerus, tetapi aku sudah terlalu buta untuk melihat berkat-Mu. Aku sudah terlalu memberontak untuk minum apa yang sudah Engkau tuangkan. Ampuni aku yang sudah menyia-nyiakan kesempatan dan berilah aku satu minuman yang besar lagi.

Tuhan, aku hanya punya satu piala, dan piala itu tidak terlalu besar.Aku amat sangat haus. Aku ingin minum dari berkat-berkat-Mu

Tuhan, ajar aku tentang teologi piala supaya aku tahu kapan harus minum, berapa banyak aku harus minum dan apa yang harus aku lakukan ketika aku sudah minum.

Tuhan, ajar aku mengenai kewajiban saat sekarang ini. Aku hanya punya satu piala – aku hanya memilikinya pada hari ini saja. Penuhilah pialaku sekarang, dan aku akan segera meminumnya.

Menurut pendapat Sdr, apa yang dimaksudkan oleh pemazmur ketika ia mengatakan “penuh melimpah”? Jika hal ini terjadi di atas meja kita, ibu akan berlari untuk membersihkan tumpahannya. Kebanyakan orang tidak mau pialanya meluap; mereka tidak mau dengan tumpahannya. Jika Sdr termasuk jenis yang legalistik, Sdr lebih memperhatikan apa yang meluap dari piala daripada apa yang sedang dituangkan ke dalam piala!

Mungkin istilah “penuh melimpah” hanyalah suatu gambaran dari suatu kelimpahan, dan Gembala tidak bermaksud agar kita menumpahkan atau menghilangkan sesuatu. Mungkin kata “penuh melimpah” adalah suatu kiasan untuk mengkomunikasikan kepenuhan dan kecukupan. Apapun artinya, pertanyaannya adalah apakah hidup Sdr penuh melimpah dengan berkat dari Gembala?

Istilah “penuh melimpah” dapat merujuk pada sumber berkat. Mungkin artinya adalah Tuhan mempunyai begitu banyak berkat sehingga Ia dapat mencurahkannya kepada kita dan masih memiliki sisanya. Ingatlah, Tuhan mempunyai sebuah gudang berkat. Gembala tidak menyimpan berkat-berkat-Nya di dalam laci. Ia adalah Pemberi Berkat, Ia tidak terbatas dan berkat-berkat-Nya tidak terbatas. Ia mencurahkan berkat-berkat itu secara terus menerus. Jika Tuhan mempunyai suatu pitcher yang berisi berkat, pitcher itu tidak akan menjadi kosong. Janganlah kuatir kehabisan – Tuhan tidak akan pernah kehabisan berkat.

Ketika Yesus haus, Ia duduk di samping sebuah sumur di Samaria dan seorang perempuan datang ke sumur dengan membawa buyung. Yesus berkata, “Berilah Aku minum” (Yoh 4:7). Perempuan di sumur itu sudah menikah sebanyak lima kali dan sekarang hidup bersama seorang laki-laki yang bukan suaminya. Ia mungkin curiga kepada para laki-laki, khususnya kepada Yesus.Apalagi Yesus adalah seorang Yahudi dan perempuan itu adalah orang Samaria. “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” perempuan itu bertanya.

Yesus menjawab, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” (Yoh 4:9,10).

Barangkali ia berpendapat bahwa maksud Yesus adalah air yang mengalir secara terus menerus, seperti kran di dapur kita yang modern. Ia mungkin membayangkan sumur mata air dimana air mengalir secara terus menerus. Perempuan ini ingin agar buyungnya terisi agar ia tidak perlu lagi datang ke sumur. Jika Sdr adalah domba dari Gembala, Sdr tidak perlu lagi kuatir tentang kehausan. Ia mengisi pialamu hingga berlimpah selama-lamanya. Apakah Sdr menyukainya?

Apa artinya bahwa pialamu akan selalu penuh? Tuhan akan selalu mencurahkan berkat. Namun tidak berarti bahwa Sdr akan bebas dari masalah keuangan, bebas dari masalah kesehatan atau masalah keluarga; namun ketika persoalan datang, Sdr akan mempunyai berkat rohani dari piala yang penuh melimpah.

Berkat akan selalu mengalir, karena kran selalu terbuka. Tetapi beberapa orang merasa haus bahkan hampir mati karena kekuarangan air. Mengapa? Karena mereka menolak untuk membawa piala mereka kepada Gembala dan mengijinkan Dia untuk mengisinya. Jika sdr haus hari ini, jangan salahkan Tuhan atau teman-teman Sdr. Minuman selalu tersedia, tetapi Sdr harus mengambil piala, mengangkatnya ke bibirmu dan meneguk isinya. Ayo, lakukanlah.

Tuhan, air-Mu membuat aku merasa baik.Tentu saja aku memerlukannya.


Apa yang akan Sdr lakukan terhadap seluruh cairan di dalam pialamu? Piala itu demikian penuh hingga melimpah. Pikirkanlah mengenai Tuhan yang mengisi pialamu. Tuhan sudah begitu bermurah hati kepadamu pada masa lampau, sama juga pada saat ini, Ia sedang mencurahkan banyak berkat ke dalam pialamu. Bukankah sudah waktunya kita memikirkan mengenai orang lain? Karena Tuhan sudah mengisi pialamu hingga melimpah, Sdr harus membaginya kepada orang lain. Berkat Tuhan bukanlah sesuatu yang dapat Sdr simpan atau sembunyikan; Sdr harus memberikannya, sama seperti Sdr menerimanya.

Tuhan, tolonglah aku agar tidak melihat hingga ke dasar pialaku ketika aku minum. Tolonglah aku untuk mengangkat mataku kepada orang lain.


Tuhan memberikan kepadamu lebih dari apa yang dapat Sdr minum – lebih dari cukup. Ia memberi “jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan” (Ef 3:20)

Apakah Sdr mempunyai piala? Lihatkah ke dalamnya untuk melihat berkat apa dari Tuhan ada di dalamnya. Apakah pialamu penuh?Setengah kosong? Jika Piala Sdr belum penuh, apakah Sdr akan mengijinkan Tuhan untuk mengisinya bagimu? Adalah mudah untuk memperoleh piala yang penuh, karena Gembala memiliki lebih dari cukup untuk mengisi piala Sdr maupun piala dari setiap domba lain yang datang kepada-Nya. Gembala bukan hanya memiliki banyak berkat bagi Sdr, tetapi Ia juga mau mengisi pialamu pada hari ini.

Jadi, bagaimanakah Sdr dapat memperoleh piala yang terisi penuh? Pertama, Sdr harus menginginkan piala yang penuh. Artinya Sdr harus jujur dengan diri Sdr sendiri dan juga kepada Tuhan.Sdr perlu mengaku, “Aku haus, dan aku ingin minum air.” Alkitab mengatakan, “Bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.” (Mzm 81;10). Jika Sdr ingin minum air, Gembala akan memberikannya kepadamu.

Langkah kedua adalah mengasihi Tuhan. Apakah Sdr mengasihi Tuhan yang menggembalakan Sdr? Yesus berkata, “Jika seseorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firman-Ku; dan Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” (Yoh 14:23). Terimalah janji tersebut. Jika Sdr mengasihi Yesus, keduanya Ia dan Bapa akan membuat rumah mereka di dalam hatimu. Hal itu sama artinya dengan memenuhi pialamu. Sdr adalah piala, dan Yesus mengisi Sdr dengan diri-Nya sendiri. Itulah berkat yang melimpah!

Langkah ketiga adalah meminta Tuhan agar memenuhi hidupmu.Jika Sdr kosong, itu disebabkan oleh karena Sdr tidak pernah meminta Tuhan untuk memenuhi hidupmu. “Kamu tidak memperolah apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” (Yak 4:2). Mengapa Sdr tidak berdoa saat ini agar Tuhan memenuhi pialamu?

Tuhan, penuhilah aku.


Langkah ke empat untuk mendapat piala yang penuh melimpah. Sdr harus menerima apa yang ditawarkan oleh Gembala. Ketika seseorang menawarkan kepada Sdr secangkir kopi atau coklat panas, apa yang Sdr lakukan? Sdr meraihnya dan mengambilnya! Sdr tidak dapat minum dari piala itu sebelum Sdr menerimanya. Jika Sdr menolak masuknya Tuhan ke dalam hidup Sdr, maka Sdr tidak dapat dipenuhi.

Mengapa Sdr menolak Tuhan? Apakah karena Sdr tahu bahwa Ia menginginkan Sdr menjadi kudus? Untuk minum dari piala, Sdr harus membersihkan diri dari dosa. Ia ingin mengisi pikiranmu, karena itu Sdr harus merubah perbendaharaan kata Sdr dan mengijinkan Dia untuk memurnikan hidup pikiran Sdr. Gembala ingin memenuhi hidupmu seutuhnya, karena itu Sdr harus menyusun kembali kalender Sdr. Sdr harus menyesuaikan bisnis dan kehidupan keluarga Sdr menurut prinsip-prinsip-Nya.

Jangan berkompromi. Sdr mungkin hanya ingin memberikan kepada Gembala separuh dari hidupmu, tetapi Ia tidak berurusan dengan setengah piala. Di rumah makan Sdr dapat meminta setengah cangkir kopi, tetapi Gembala tidak akan mengisi pialamu setengah penuh. Dan Gembala tidak akan berkompromi dengan piala yang kotor. Ia tidak akan menuangkan air yang murni kedalam bejana yang kotor. Mengapa air murni dari Tuhan harus terkontaminasi oleh pialamu yang kotor?

Tetapi kemudian, Gembala tidak pernah meminta domba-domba-Nya untuk “mencuci piring”.Ia tahu domba tidak bisa mencuci piring! Jika domba mempunyai piala yang kotor, mereka tidak dapat membersihkannya sendiri. Jadi tugas membersihkan piala ada pada Gembala.

Apa yang harus Sdr lakukan untuk menjadi bersih? Sdr harus minta Dia untuk membersihkan pialamu.Yang harus Sdr lakukan hanyalah menghindarkan diri dari dosa. Buatlah komitmen bahwa Sdr menginginkan sebuah piala yang bersih dan minta kepada Gembala untuk membersihkan kotorannya. “Jika kita mengaku dosa kita, maka ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”. (1Yoh 1:9)

Tuhan, datanglah untuk mencuci piring-piring-ku.


Sekarang Sdr sudah siap untuk memiliki piala yang penuh melimpah. Hendaknya Sdr tidak lupa bahwa piala yang penuh melimpah adalah keseluruhan hidup Sdr. Ketika Ia mengisi pialamu, ia mengisi setiap bagian dari kehidupanmu. Beberapa orang ingin agar Tuhan memenuhi mulut mereka , bukan hati mereka. Maka mereka pergi ke gereja dan mengatakan hal yang benar, tetapi mereka tetap menahan pikiran yang jahat di dalam hati mereka. Orang lain ingin agar Tuhan memenuhi tangan mereka untuk bekerja di gereja, tetapi mata mereka tetap menginginkan dosa. Orang yang lainnya lagi ingin agar Tuhan memenuhi kaki mereka untuk berbuat kebaikan, tetapi mereka tidak ingin Tuhan membersihkan sikapnya. Jika Sdr tidak menawarkan piala sepenuhnya kepada Tuhan – keseluruhan hidup Sdr – Ia tidak akan dapat memenuhinya bagimu. Dimanakah pialamu? Mengapa Sdr tidak mengangkatnya kepada Tuhan dengan ke dua tangan Sdr?

Beberapa orang ingin agar Tuhan memenuhi pialanya sampai ke permukaannya, tetapi jangan sampai meluap. Mereka adalah orang-orang percaya yang memenuhi setiap kewajibannya di gereja tetapi tidak “go the extra mile”. Mereka hanya melakukan apa yang dipersyaratkan kepada mereka. Mereka memberikan perpuluhan tepat 10% dari penghasilan mereka, tidak lebih satu rupiahpun. Tetapi Sdr tidak dapat tawar-menawar dengan Tuhan. Sdr harus memberikan segalanya kepada-Nya, maka ia akan mengisi hidupmu hingga meluap. Ia akan mencurahkan berkat sedemikian banyak ke dalam hidupmu hingga meluap!

Apakah Sdr pernah menumpahkan berkatmu ke dalam piala orang lain? Jika piala Sdr penuh melimpah, percikkanlah ke sekelilingmu dan ijinkan orang lainnya menjadi basah.

GILIRAN SAUDARA BERDOA

Tuhan, regangkanlah harapanku karena aku sudah merasa nyaman dengan sebuah isapan kecil berkat dari piala pada masa lampau.Berikanlah aku iman untuk menginginkan lebih, dan berilah aku kemampuan untuk berbuat lebih.

Tuhan, aku suka minum ketika engkau mengisi pialaku.Pialaku tidak pernah kosong karena Engaku membuatnya tetap penuh.Bolehkah aku untuk tidak pernah merasa puas dengan tegukan-tegukan kecil.

Tuhan, Engkau sudah memenuhi pialaku dengan air dari kehidupan kekal, dan aku akan hidup selama-lamanya bersama Engkau. Bolehkah aku selalu meminum dari kekekalan?

Tuhan, tolonglah aku untuk hidup bermurah hati.Sama seperti Engkau sudah bermurah hati memenuhi pialaku, aku ingin memberi lebih banyak daripada yang aku terima.

 

Sumber: Elmer L Towns, Praying the 23rd Psalm.

Alih Bahasa: Inawaty Suwardi, Rajawali Family Ministry

 

 

Alamat Kami :

GSJA CWS RAJAWALI
Graha Rajawali

Ruko Mal Depok Blok B 42-43
Depok - Jawa Barat
Indonesia

Hubungi Kami :

Telp. +62 21 776 0204;  Fax. +62 21 776 0205
E-mail: info@rajawalifamily.com

webadmin@rajawalifamily.com