|
Seri Mazmur 23: (15) KEBAJIKAN DAN KEMURAHAN BELAKA AKAN MENGIKUTI AKU SEUMUR HIDUPKU.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku (Mazmur 23:6a)
Apakah Sdr dapat merasakan musim semi melalui udara? Semangatmu disegarkan oleh tiupan angin yang sepoi-sepoi dari pegunungan dan kumpulan awan yang menghalangi panas matahari membuat hari menjadi sempurna. Gembalamu ada didekatmu, ada makanan dan air yang cukup untuk makan dan minum – Sdr tidak perlu merasa kuatir di dunia ini.
Sdr tidak pernah bermaksud meninggalkan Gembala, Sdr juga tidak bermaksud menjauh dari kawanan domba. Kadang-kadang Sdr begitu sibuk makan sendiri, sehingga Sdr terpisah. Tetapi ketika Sdr mulai terpisah, kebaikan dan kemurahan mengikuit Sdr dan membawa Sdr kembali ke dalam kawanan domba.
Tuhan, terima kasih untuk hal-hal yang baik yang membuat aku tetap berada di dekat Engkau dan untuk kemurahan yang mengikuti aku ketika aku menyimpang.
Sdr meninggalkan lembah maut dimana bayang-bayang maut mengikuti Sdr – Sdr dapat merasakan mereka menggiggit tumitmu. Sdr berpikir bahwa Sdr akan dihancurkan, tetapi Tuhan membawa Sdr keluar dari lembah menuju padang yang berumput hijau. Dan apa yang Sdr lihat? Sebuah meja penuh dengan daging, buah-buahan dan makanan penutup. Sdr melihat Gembala sedang menuang begitu banyak ke dalam pialamu hingga berlimpah. Sdr memiliki semua yang dapat Sdr makan dan minum, tetapi ketika Sdr beranjak untuk pergi, kemana Sdr akan pergi? Jangan kembali ke dalam lembah dimana bayang-bayang maut mengintai! Lebih baik tinggal dekat dengan Gembala supaya ia dapat memimpin Sdr ke tempat tujuan berikutnya.
Tuhan, terima kasih untuk hari-hari yang indah ketika aku merasa senang. Kiranya aku boleh percaya kepadaMu pada hari-hari yang indah, sama seperti aku percaya kepadaMu ketika berada di dalam lembah yang gelap dan menakutkan.
Ketika Sdr mulai mengikuti Gembala, sesuatu menggigit tumitmu. Sdr merasa takut pada saat itu, karena Sdr berpikir bahwa kematian dan kehancuran ada di jalur Sdr. Tetapi sebenarnya itu adalah anjing gembala dari Tuhan, yaitu Kebaikan dan Kemurahan. Mereka berada tepat di belakang Sdr untuk memastikan bahwa Sdr tetap berada di dalam kawanan. Mengapa Sdr merasa kuatir? Kebaikan Tuhan memberi hal-hal yang sangat bagus kepada Sdr untuk membuat Sdr tetap berada di dalam kawanan, dan Kemurahan Tuhan mengawasi kegagalan-kegagalan Sdr. Dua anjing gembala tersebut akan mengikuti Sdr – bukan cuma hari ini tetapi untuk seumur hidup Sdr. Jangan kuatir, Sdr memiliki Gembala didepan yang memimpin Sdr dan dua anjing gembala-Nya yang mengikuti Sdr untuk memastikan bahwa Sdr tetap berada di dalam kelompok.
Tuhan, mengapa aku merasa kuatir sementara Engkau memelihara aku?
Anjing gembala yang pertama adalah Kebaikan. Gembala melihat seekor dombanya mengejar rumput asing yang sedikit jauh dari kawanan domba, maka ia mengirimkan anjing gembalanya untuk mengejar domba yang terpisah itu agar kembali ke kawanan. Gembala tidak melemparkan batu atau tongkat ke arah domba untuk melukainya. Ia tidak mau menyakiti dombanya, ia juga tidak mau sesuatu apapun menyakiti dombanya. Gembala tidak berkata, “Biarkanlah domba jatuh ke jurang, agar menjadi pelajaran buat dia.”
Gembala melakukan hal-hal yang baik untuk dombanya – bahkan ketika mereka menyimpang sedemikian jauh. “Kebaikan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan” (Rm 2:4). Hal-hal yang baik apakah yang sudah diperbuat oleh Gembala untuk Sdr baru-baru ini? Apakah Sdr mendapat perteduhan dari hujan? Apakah Sdr sudah makan hari ini? Apakah Sdr memiliki sebuah keluarga yang mengasihi Sdr? Lihatlah semua hal-hal yang baik yang Sdr miliki. Tuhan yang baik ingin melakukan hal-hal yang baik untuk Sdr.
Tuhan, berikan aku mata untuk menghargai semua hal-hal yang baik yang sudah Engkau perbuat untukku.
Anjing gembala yang kedua yang mengikuti Sdr adalah kemurahan. Gembala memiliki kemurahan karena “Allah kaya dengan rahmat” (Ef 2:4). Ketika Sdr kaya dengan sesuatu, Sdr memiliki pasokan yang berlimpah untuk berbagi dengan yang lain – dan Tuhan memiliki pasokan kemurahan yang berlimpah. Tidak seperti gembala yang memeliki sedikit barang yang dimasukkan ke dalam tasnya untuk membantunya di dalam tugasnya, Tuhan memiliki lebih dari sekantung penuh kemurahan. Sifat Tuhan adalah murah hati. Tuhan memiiliki lebih dari segudang penuh kemurahan. Tuhan adalah sebuah pabrik, produsen kemurahan, dan Ia tidak pernah akan kehabisan kemurahan.
Sebenarnya, ketika Tuhan mulai membuat daftar kualitas diri-Nya untuk menjelaskan siapa Dia, ia mencatat kemurahan sebagai hal pertama di dalam daftar. Musa memohon untuk melihat kemuliaan Tuhan, maka Tuhan turun di dalam awan ke gunung Sinai untuk menjawab dia, dan menyatakan, “TUHAN, TUHAN, Allah pemurah (penyayang) dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya (Kel 34:6). Pertama Tuhan berkata, bahwa ia pemurah, tetapi ia menambahkan bahwa Ia berlimpah dalam kebaikan (berlimpah kasih-Nya). Dari ayat Firman itulah dua anjing gembala memperoleh namanya. Dan ketika mereka bermain kejar-kejaran dengan Sdr, mereka tidak mendapat tugas lain dari Gembala. Mereka melakukan hal yang sama seperti yang diperbuat oleh Gembala kepada domba-domba-Nya. Gembala mengajar anjing-anjing gembala tersebut dengan baik: mereka melakukan hal-hal yang baik untuk domba, dan mereka memperlihatkan kemurahan kepada domba-domba-Nya.
Ada dua sisi dari kemurahan, sama seperti ada dua sisi dari sebuah pintu. Sisi pertama dari pintu adalah sisi Tuhan: Kemurahan mengungkapkan karakter Tuhan. Ia mengasihi Sdr dan mengejar Sdr dengan hal-hal yang baik. Jika Sdr sudah berdosa kepada-Nya, Gembala mempunyai sesuatu hal yang baik untuk Sdr: Ia memiliki pengampunan di dalam tas Gembala-Nya. Jika Sdr sudah berpaling daripada-Nya, Tuhan memiliki pemulihan di dalam tas-Nya untuk membawa Sdr kembali ke dalam kawanan. Jika Sdr layak mendapat penghukuman atas pemberontakan Sdr, Tuhan memiliki kasih karunia di dalam tas-Nya, bukan sebuah cambuk untuk memukul Sdr.
Kasih karunia adalah cara Tuhan untuk memberikan sesuatu kepada Sdr kebalikan dari apa yang layak Sdr dapatkan, Ia tidak menghukum Sdr karena sudah menjadi domba yang tersesat. Dalam kemurahan Gembala memeluk Sdr dekat kepada-Nya dan bersukacita karena Sdr. Apa yang Sdr dan saya lakukan jika seorang anak sudah bersalah atau lari? Hukuman! Apa yang kita peroleh ketika kita lari dari Tuhan dan lalu kembali untuk bertobat? Pemulihan dan persekutuan! Itulah kemurahan.
Tuhan, berilah kemurahan kepadaku!
Tetapi ada sisi kedua dari pintu kemurahan – yaitu sisi manusia. Sdr merasa terancam di dalam lembah yang gelap dimana bayang-bayang maut mengejar Sdr, tetapi apa yang Sdr rasakan sekarang? Kelegaan! Ketika Sdr merasa lega, kesakitan, stress dan ketakutan Sdr diangkat. Ketika Gembala memperlihatkan kemurahan-Nya kepadamu, kecemasan Sdr mencair dan Sdr mengalami kelegaan.
Ketika Sdr sakit dan merasa kesakitan, Gembala membalut luka-luka Sdr, menuangkan minyak kesembuhan untuk melegakan Sdr dari penderitaan. Itulah kemurahan. Ketika Sdr mempunyai beban hutang dan tidak dapat membayar rekening tagihan, Gembala memberikan kepada Sdr sebuah meja yang penuh dengan makanan dan sebuah rumah untuk Sdr tinggal. Itulah kemurahan. Ketika Sdr membuat kacau pengerjaan suatu proyek di perusahaan Sdr dan Sdr berpikir bahwa Sdr akan dipecat, tetapi ternyata Sdr dibantu mengerjakan proyek itu bersama Boss Sdr, Sdr merasa lega. Itulah kemurahan. Bahkan lebih daripada itu, Sdr merasa lega ketika Sdr tidak dipecat. Itulah kemurahan. Ketika sdr berkata bahwa Tuhan memiliki kemurahan, Sdr sedang menjelaskan kelegaan yang diberikan oleh Tuhan kepada Sdr dari ancaman bayang-bayang maut. Itulah kemurahan. Sdr merasa senang ketika Gembala membawa Sdr keluar dari badai. Itulah kelegaan. Itulah kemurahan.
Paulus memahami arti kemurahan ketika ia berkata, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya” (1 Tim 1:15-16). Sebelum pertobatannya, Paulus membenci Kristus. Ia menganiaya gereja dan ia bertanggunga jawab atas kematian Stephanus, salah satu pemimpin muda Kristen yang paling berpotensi. Suatu pukulan yang sangat berat bagi gereja! Apakah Tuhan menghukum Paulus atas penghujatan dan pembunuhan yang dilakukannya? Tidak! Tuhan mengampuni dosa-dosanya sehingga ia dapat berkata, “Aku dikasihani” (Aku sudah memperoleh kemurahan/belas kasihan).
Apa yang layak Sdr terima dari Tuhan? Apakah Sdr sudah menyangkali Dia? Apakah Sdr sudah menjauh dari kawanan domba-Nya? Apakah Sdr mengutuk dengan nama-Nya atau melanggar perintah-perintah-Nya? Apakah Sdr memerlukan kemurahan?
Ya, Tuhan, berilah kemurahan kepadaku!
Daud mendemonstrasikan arti kemurahan untuk kita. Setelah menjadi raja, ia memanggil seorang pelayan dan bertanya, “"Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah.” (2 Sam 9:3). Kelihatannya ini adalah permintaan yang aneh, karena Saul sudah mengusir Daud keluar dari Yerusalem ke padang gurun. Selama 13 tahun Saul mengejar Daud, dan bermaksud untuk membunuhnya. Daud sudah kehilangan rumahnya, keluarganya, keamanannya dan tempatnya untuk bekerja. Daud dapat saja memiliki rencana pembalasan di dalam pikirannya dengan matanya tertuju untuk menghabiskan keturunan Saul yang dapat menjadi ancaman bagi tahta Daud. Tetapi Daud tidak ingin melakukannya; ia mengerti akan kemurahan Tuhan dan ia ingin memperlihatkannya kepada orang lain.
Daud mengetahui bahwa ada satu keturunan Saul yang masih hidup – seorang cucu Saul yang bernama Mefiboset. Ketika anak itu masih sangat muda, sebuah kecelakaan menyebabkan kakinya menjadi cacat untuk seumur hidupnya. Pelayan Daud membawa Mefiboset yang cacat ke meja raja, dan Daud berkata kepadanya, "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku." (2 Sam 9:7).
Dengan demikian, “Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.” (2 Sam 9:11). Itulah kemurahan! Seseorang yang layak untuk mendapat hukuman atas apa yang diperbuat oleh kakeknya diselamatkan dan dibawa ke meja raja seperti seorang anak raja. Bagaimana perasaan Mefiboset? Lega, sukacita, merasa diterima dan terpilih. Bagaimana perasaan Sdr ketika gembala membawa Sdr ke meja-Nya dan memberikan kepada Sdr semua yang dapat Sdr makan?
Tuhan, nikmat rasanya makan di meja-Mu.
Giliran Sdr. berdoa
Tuhan, aku senang Engkau tidak mengirimkan penghukuman kepadaku ketika aku berdosa. Terima kasih karena anjing gembala-Mu kebaikan dan Kemurahan mengikuti aku.
Tuhan, aku menyembah Engkau karena Engkau baik. Aku meninggikan Engkau karena Engkau murah hati. Tolonglah aku agar selalu melihat hal-hal yang baik yang Engkau perbuat untuk aku.
Tuhan, terima kasih atas kemurahan-Mu yang mengampuni semua hal-hal jahat yang aku lakukan. Aku akan hidup berkemenangan karena kombinasi yang tidak terkalahkan ini.
Sdr merasa begitu senang sehingga Sdr ingin menjadikan dua anjing gembala tersebut sebagai hewan kesayangan. Tetapi Sdr tidak dapat melakukannya karena mereka selalu bergerak, berlari kesana-kemari untuk membawa kembali domba-domba yang tersesat ke dalam kawanan. Ketika semua domba sudah aman di dalam kawanan dan berbaring di rumput yang hijau, anjing gembala berbaring dengan tenang di samping gembala. Sekarang Sdr dapat mengelus mereka. Jika sdr melakukannya, mereka akan menyundul kakimu, seolah-olah mereka berkata, “Perhatikanlah kami.” Demikianlah cara anjing gembala berkomunikasi kepada Sdr agar tidak melupakan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Keduanya harus hadir terus menerus dalam perjalanan hidupmu, membesarkan hati Sdr dan memberi damai sejahtera.
Apakah Sdr pernah memperhatikan bagaimana hal-hal tertentu “pasti terjadi” di dalam hidup ini? Seseorang pernah berkata bahwa tidak ada sesuatu apapun yang pasti keculai kematian dan pajak. Namun, pemazmur menggunakan istilah “surely” (dengan pasti). “Surely goodness and mercy shall follow me All the days of my life.” Gembala sedang mengatakan kepada Sdr bahwa beberapa hal adalah pasti: Sudah pasti kebaikan dan kemurahan akan mengikuti. Tidak peduli kemanapun Sdr pergi, mereka akan mengikutimu, melekat kepadamu seperti perekat. Sdr tidak dapat melepaskan anjing-anjing Gembala – mereka akan melekat kepadamu selama-lamanya.
Pemazmur tidak mengatakan, bahwa mereka mungkin mengikuti. Janji bersyarat dapat menjadi janji yang tidak dipenuhi jika kita menyimpang dan menjauh dari Gembala. Jika pemazmur mengatakan “mungkin mengikuti”, maka artinya adalah “Jika kita mengikuti Tuhan, maka anjing-anjing gembala-Nya akan mengikuti kita.” Tetapi bukan itu yang menjadi pesan dari Mazmur 23. Mazmur ini adalah mazmur mengenai hubungan. Sudah pasti kebaikan dan kemurahan belaka akan mengikuti engkau, sekalipun Sdr tersesat ke dalam lembah bayang-bayang maut. Tuhan ada beserta sdr, dan kebaikan serta kemurahan akan tetap mengejar Sdr.
Mengapa kebaikan dan kemurahan bersama-sama? Karena kebaikan adalah apa yang diberikan oleh ibumu ketika Sdr merasa lapar. Ia menyediakan hidangan yang panas, es teh yang dingin, dan bahkan ada makanan penutup setelah makan. Dapurnya hangat, tempat tidur Sdr bersih dan karena ibumu baik, ia memberikan hal-hal yang baik. Demikian juga, Gembala melakukan hal-hal yang baik untuk Sdr karena Ia adalah baik.
Tetapi ada sisi yang lain dari ibumu. Ia murah hati. Ketika Sdr terluka di lututmu, ia membubuhkan obat ke atas lukamu dan menghapus air matamu. Ia tidak menghukum Sdr karena sudah ceroboh. Ketika Sdr gagal dalam olah raga ataupun dalam pekerjaan lainnya, ibumu mendengarkan penjelasan Sdr. Gembala adalah seperti demikian. Ia baik kepada domba yang mengikuti Dia dari dekat, tetapi ia juga murah hati kepada mereka yang tersesat ke dalam lembah yang kelam. Ia membawa Sdr pulang kembali kedalam kawanan dengan selamat, serta bersukacita karena Sdr.
Tuhan, aku memuji Engkau karena Engkau baik dan sekaligus murah hati.
Ketika pemazmur berkata: ”kebaikan dan kemurahan akan mengikuti aku”, ia sedang membuat suatu lukisan mengenai keadaan diikuti dan dikejar dari dekat. Lukisan itu adalah suatu gambar mengenai seseorang yang sedang mengejar orang lain untuk menangkapnya. Sdr pernah melihat anjing yang mengejar mobil, dan Sdr pernah melihat film mengenai seorang sheriff yang mengejar penjahat di dalam film coboy. Apakah Sdr menyadari bahwa Tuhan memiliki dua ekor anjing gembala yang mengejar Sdr? Mereka tidak berusaha menggigit Sdr! Mereka ingin melakukan hal-hal yang baik bagi Sdr dan memperlihatkan kemurahan Tuhan kepada Sdr.
Anjing-anjing gembala dari Tuhan sedang mengikuti Sdr, tetapi Sdr mungkin tidak menyadarinya. Barangkali Sdr tidak melihat Tuhan sedang bekerja di dalam hidupmu. Sdr pergi berkeliling diteror oleh iblis, ketika Alkitab berkata, “Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yoh 4:4). Sdr terus menerus terobsesi dengan bayang-bayang maut dari iblis yang Sdr pikir sedang mengejar Sdr. Sdr perlu ingat bahwa Sdr adalah kepunyaan gembala, dan Ia memelihara kepunyaan-Nya.
Seberapa jauhkah anjing-anjing gembala itu akan mengikuti Sdr? Mungkin Sdr pikir Kebaikan dan Kemurahan mengikuti Sdr hanya ketika Sdr pergi ke gereja atau ketika melakukan sesuatu yang baik bagi Tuhan. Sdr pikir Tuhan tidak berada dekat Sdr pada suatu hari Senin pagi pada saat ada badai, atau ketika mobil Sdr mogok. Sdr berpikir bahwa Tuhan sudah meninggalkan Sdr. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan ada beserta Sdr di dalam lembah, dan Ia mengirimkan kebaikan dan kemurahan untuk mengejar Sdr ketika Sdr tergelincir. Pada hari-hari yang baik atau pada hari-hari yang buruk, Kebaikan dan kemurahan mengikuti Sdr – berbaliklah dan lihatlah.
Tuhan, bukakanlah mataku.
Giliran Saudara Berdoa
Tuhan, betapa sedikit hal di dalam hidup ini yang dapat dijadikan tumpuan. Tetapi Engkau berjanji kepadaku bahwa aku dapat mengandalkan kebaikan dan kemurahan-Mu. Tolonglah aku untuk melihatnya setiap hari di dalam hidupku.
Tuhan, Engkau sudah begitu baik kepadaku. Engkau sudah memberikan kepadaku lebih dari yang layak aku terima. Terima kasih untuk kebaikan-Mu yang berlimpah.
Tuhan, Engkau sudah mengampuni aku setiap kali aku menyimpang dari sisi-Mu. Terima kasih untuk kemurahan-Mu untuk mengampuni aku dan memulihkan aku setiap kali aku menjauh.
Tuhan, ampuni aku ketika aku melihat ke sekeliling untuk melihat apakah iblis sedang menangkap aku. Beri aku iman untuk melihat ke sekeliling untuk melihat anjing-anjing gembala-Mu, Kebaikan dan Kemurahan, yang sedang mengikuti aku.
Sumber: Elmer L Towns, Praying the 23rd Psalm.
Alih Bahasa: Inawaty Suwardi, Rajawali Family Ministry
|