gototopgototop

Search

-

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

User Login



User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Inawaty Suwardi   

Seri Mazmur 23: (16) DAN AKU AKAN DIAM DALAM RUMAH TUHAN SEPANJANG MASA

 

Gembala.jpgIsi dari Mazmur 23 adalah keaadaan yang dibayangkan oleh Daud ketika ia masih muda dan sedang menggembalakan domba untuk ayahnya, tetapi ia menuliskannya ketika ia melarikan diri dari Yerusalem pada waktu usianya sudah lebih tua. Ketika ia melarikan diri ke Lembah Kidron, Daud melihat ke belakang melalui bahunya dan memandang benteng pertahanan yang dibangunnya di sekeliling Bukit Sion. Barangkali Daud berpikir bahwa itu adalah tatapannya yang terakhir kali terhadap kota Daud.

Ia telah melakukan segala sesuatu yang diinginkannya kecuali membangun Bait Allah. Ketika Daud mulai mengumpulkan material untuk membangun Bait Allah yang megah, Tuhan menghentikannya, seraya berkata, “Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku” (lihat 1 Taw 28:9). Ketika Daud menatap Yerusalem untuk terakhir kalinya ia berdoa, “Aku akan berdiam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.”

Tuhan, itulah doaku, juga. Aku ingin hidup bersama Engkau sepanjang masa di dalam rumah-Mu.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Mam 23:6)

Puncak prestasi Daud dalam membangun kembali Yerusalem seharusnya adalah Bait Allah. Itu akan menjadi puncak dari pelayanannya dalam hidupnya. Tetapi sekarang Daud sedang melarikan diri ke seberang Yordan tanpa membawa apa-apa kecuali sebuah mimpi di dalam hatinya: tinggal di rumah Tuhan. Daud tidak menangisi istananya yang hilang, atau pelayan-pelayannya, atau sanjungan dari rakyat yang plin-plan, rakyat yang sama yang sekarang sedang menyanjung anaknya, sambil berseru, “Hiduplah raja! Hiduplah raja Absalom” (lihat 2 Sam 16:16). Daud memiliki pengharapan yang sangat besar – untuk hidup di rumah Tuhan – itulah yang akan membuatnya terjaga pada waktu ia tidur malam ini di atas tanah.

Selama orang memiliki harapan, ia tidak mati, ia juga tidak sekarat. Seseorang yang memiliki visi untuk berbuat sesuatu bagi Tuhan akan lebih waspada daripada musuh yang tidak mengenal Tuhan

Tuhan, aku mempunyai mimpi. Bantulah aku untuk merealisasikannya.

Untuk memahami banyaknya interpretasi dari ayat terakhir Mazmur 23, Sdr harus ingat dimana para gembala hidup. Mereka tidak hidup di dalam rumah. Mereka tidur di dalam kemah, biasanya kemah yang dingin. Seringkali sumber kehangatan mereka adalah api – jika mereka mempunyainya – pada pintu kemah. Mereka tidur di atas tanah yang keras, bukan di atas tempat tidur yang lembut dan hangat. Apakah Sdr mau untuk tinggal di dalam kemah untuk seluruh sisa hidupmu?

Terima kasih, Tuhan, untuk atap di atas kepalaku, lantai di bawah kakiku dan tempat tidur untuk aku tidur.

Kadang, kadang gembala harus tidur di bawah langit terbuka, atapnya adalah bintang-bintang. Satu-satunya perlindungannya dari dingin adalah jubahnya yang juga melindunginya dari hujan dan matahari yang menyengat. Ia juga tidak memunyai pakaian ganti. Seorang gembala tidur di luar tanpa dinding yang dapat mencegah ular, kalajengking dan makhluk beracun lainnya. Maka apa yang menjadi mimpi utama di dalam hidup seorang gembala? “Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa”.

Tuhan, aku menginginkan lebih dari sekedar rumah untuk tinggal. Aku ingin tinggal bersama Engkau.

 

Tuhan sudah berjanji kepada Daud bahwa anaknya Salomo akan membangun Bait Allah dan Salomo akan menjadi raja berikutnya. Daud seharusnya bersukacita karena anaknya membawa nama keluarga. Tetapi Daud tidak berpikir tentang Salomo atau anaknya yang lain, Absalom yang telah mencuri kerajaannya. Daud masih mempunyai satu mimpi: “Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.”

Kata “AKU” mempunyai arti yang dalam bagi Daud. Ia akan diam dalam rumah Tuhan; ia akan bersekutu dengan Tuhan. Ia menginginkan hal itu untuk dirinya sendiri – bukan untuk anak-anaknya, bukan untuk gembala-gembala lainnya, juga bukan untuk orang-orang Israel secara umum. Ini adalah pribadi untuk Daud.

Apa yang Sdr inginkan dari Tuhan untuk pribadi Sdr – bukan untuk keluargamu ataupun untuk murid-muridmu? Hubungan selalu bersifat pribadi, dan Sdr dapat mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan. Sdr dapat diam bersama Tuhan sepanjang masa.

Tuhan, aku harus mengenal Engkau; Aku harus tinggal di dalam hadirat-Mu.

Kata “diam” disini tidak berarti tidur. Ketika Sdr tidur di dalam rumah, kata “diam” berarti letih. Beberapa orang kelihatannya berpikir, “Aku akan tinggal” berarti “Aku menyewa tempat di rumah Tuhan; tempat itu menjadi milikku untuk beberapa waktu.” Ketika Daud menuliskan mazmur yang luar biasa ini, ia tidak bermimpi untuk tinggal sementara di dalam rumah Tuhan. Ia ingin menetap selamanya di dalamnya dan menjadikannya kediaman yang tetap.

Tuhan, aku ingin diam di hadirat-Mu sepanjang masa, tidak akan pernah meninggalkannya.

 

Seorang gembala berkemah ketika hari menjadi malam. Kadang-kadang ia berkemah di atas gunung yang anginnya kencang, pada waktu lain ia berkemah di dalam lembah yang terpencil. Kemah itu biasanya dipakai untuk bermalam – suatu tempat sementara. Bayangkan perjalanan bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun – tidak ada pijakan yang tetap, lingkungan yang selalu berubah dan tidak ada yang permanen. Jika Sdr berkemah seperti bangsa Israel berkemah, Sdr tidak akan terbiasa dengan sumber air. Sdr tidak akan merasa nyaman dengan apapun juga. Sdr akan hidup dalam keadaan yang terus berubah, berulang-ulang melipat tenda dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perubahan akan menjadi tempat tidurmu, jubahmu, tempat dudukmu dan mejamu.

Tuhan, aku bersyukur atas keadaan yang relatif permanen di dalam hidupku.

 

Kata “diam” merujuk pada suatu tempat istirahat. Dimana Sdr dapat beristirahat paling baik? Biasanya kita beristirahat paling nyaman di tempat tidur kita atau di rumah kita sendiri. Berkemah mungkin menyenangkan dan kita bersantai ketika sedang berkemah dalam liburan, tetapi apakah Sdr pernah berkata, “Aku perlu beristirahat setelah liburan ini’? Mengapa demikian? Mungkin karena Sdr bekerja atau bermain terlalu keras selama liburan, dan sekarang Sdr perlu pulang ke rumah untuk beristirahat. Kata “diam” merujuk pada keadaan dimana Sdr akan tidur di rumahmu dan Sdr akan mendapat istirahat. Apakah Sdr lelah karena terlalu banyak mengalami stress? Mungkin Sdr lelah karena terlalu banyak bermain. Apa yang Sdr butuhkan adalah beristirahat bersama Tuhan di dalam rumah-Nya.

Gembala tahu ketika dombanya perlu beristirahat, ia membaringkan mereka di padang yang berumput hijau. Kapan Tuhan memberimu istirahat? Tuhan memberimu istirahat setiap hari Minggu, supaya Sdr dapat pulih kembali dari tekanan-tekanan sepanjang minggu itu. Surga disebut sebagai sebuah tempat perhentian (istirahat) (lih Ibr 4:1-10). Tuhan membuat suatu tempat bagi kita, surga, dimana satu hari nanti kita akan beristirahat dari pencobaan-pencobaan yang kita hadapi saat ini di dunia.

Tuhan, aku memerlukan istirahat. Tolonglah aku untuk memanfaatkan kesempatan yang diperuntukkan bagiku.

 

GILIRAN SAUDARA BERDOA

Tuhan, aku perlu beristirahat; aku letih dan hidupku susah. Perbaharui kekuatanku hari ini dan tolonglah aku agar esok hari dapat melayani-Mu dengan segar.

Tuhan, aku merasa seperti aku baru berkemah di sini, di bumi ini. Sementara aku bersiap untuk mendapat istirahat jasmani, aku perlu “istirahat rohani” juga. Perbaharui aku.

Tuhan, aku berharap mendapat tidur yang nyenyak malam ini dan bekerja keras besok. Kiranya aku mendapat kekuatan dari tidurku dan mendapat tujuan yang baru dari isrtirahatku.

“Diam” adalah istilah yang indah bagi seorang gembala. Artinya lebih dari sekedar suatu tempat untuk tinggal sementara atau sebuah tempat untuk tidur pada malam hari. Istilah “diam merujuk pada “tinggal di dalam rumah” atau “tinggal bersama keluargamu” atau “merasa aman”. Karena banyak gembala tidak mempunyai rumah untuk pulang pada malam hari, mereka mungkin mempunyai mimpi tentang suatu tempat yang hangat dan tenang dimana mereka dapat beristirahat setiap malam. Apakah mimpimu?

Keinginan Daud yang paling besar adalah diam di dalam rumah Tuhan. Ingatlah bahwa sebagai seorang remaja, Daud cenderung menggembalakan di bawah langit terbuka. Sebagai seorang pelarian, ia dikejar oleh Saul selama 13 tahun di padang gurun Yudea. Itu adalah masa yang sangat panjang untuk tidur di atas tanah. Karena itu, sebelum Absalom mengusir Daud ke luar dari Yerusalem, Daud mempunyai keinginan ke rumah Tuhan: “Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.” (Mzm 27:5)

Ketika Daud sekali lagi diburu oleh para musuh, satu hal apakah yang paling diinginkannya?

“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” (Mzm 27:4)

Daud memiliki keinginan yang sangat besar akan rumah Tuhan yang pada akhirnya akan dibangun oleh Salomo. Ini akan menjadi tempat yang permanen untuk mengganti Kemah Suci sementara yang dapat dipindah-pindah atau Kemah Pertemuan yang di desain sebagai tempat pertemuan antara Tuhan dengan umat-Nya. Marilah kita periksa Kemah Suci ini dengan lebih seksama. Para ahli tidak yakin dimana Kemah Suci berada ketika Daud masih muda. Kemah Pertemuan pada mulanya adalah tempat dimana Tabut Perjanjian di simpan, yaitu di Silo (lih Yos 18:1). Bangsa Filistin kemudian menaklukkan bangsa Israel dalam peperangan dan mengambil Tabut Perjanjian, dan menempatkannya di dalam suatu kuil berhala di antara beberapa berhala. Tetapi Tuhan menghukum bangsa Filistin dengan penyakit sehingga mereka mengembalikan Tabut Perjanjian kepada Israel (lih 1 Sam 5).

Usaha Daud yang pertama untuk mengembalikan Tabut Perjanjian ke Yerusalem adalah suatu kegagalan yang menyedihkan. Ia dan para pengikutnya mencoba memindahkan Tabut dengan kereta lembu – berlawanan dengan pengarahan Tuhan. Ketika kereta bergerak, Tuhan membunuh Uza yang mengulurkan tangannya kepada Tabut itu ketika lembunya tergelincir (lih Taw 13:10: “Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia membunuh dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu; ia mati di sana di hadapan Allah.”) Daud selanjutnya ingin melakukannya dengan benar, karena itu ia mempelajari Firman Tuhan. Ia memerintahkan agar Tabut Perjanjian dibawa di atas bahu orang-orang Lewi, dan korban dipersembahkan secara terus menerus sementara Tabut dibawa ke Yerusalem. Paduan suara yang besar berkumpul di Yerusalem untuk menyambut prosesi itu dengan puji-pujian kepada Tuhan. Sangkakala dibunyikan pada dinding-dinding kota untuk mengumumkan kedatangan Tabut. Di depan Daud menari di hadapan Tuhan. Ketika semua orang melihat prosesi tabut memasuki Yerusalem, mereka memuji Tuhan (lih 1Taw 15:28 “Seluruh orang Israel mengangkut tabut perjanjian TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala, nafiri dan ceracap, sambil memperdengarkan permainan gambus dan kecapi.”)

Tetapi ketika Daud membawa Tabut ke Yerusalem, Kemah Suci itu sendiri – atau apa yang masih tertinggal setelah penyerangan bangsa Filistin – tidak berada di Yerusalem, tetapi sebaliknya, ada di Gibeon, beberapa mil jauhnya (lih 1 Taw 16:39). Karena itu Daud membuat kemah yang lain di atas Bukit Sion di Yerusalem yang khusus didirikan untuk menyimpan Tabut.

Banyak ahli berpendapat bahwa Kemah yang dibangun Daud secara terpisah adalah tempat penyembahan pribadinya. Alkitab mengatakan: “Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (2 Sam 7:18).

Ketika Daud duduk di hadapan Tuhan, ia sedang duduk di hadapan Tabut Perjanjian , di hadapan hadirat Allah, yang “diam” di atas tutup pendamaian diantara para kerubim pada Tabut Perjanjian. (Lih Bil 7:89; 1 Sam 4:4)

Menurut Hukum Musa, hanya imam-imam Lewi yang diijinkan untuk memasuki ruang Maha Kudus dimana tabut Perjanjian disimpan. Daud adalah raja, tetapi ia bukanlah imam Lewi. Jika benar bahwa Daud memiliki kemah pribadi dimana Tabut perjanjian disimpan, Daud sebenarnya melanggar Hukum Lewi agar dapat berada lebih dekat dengan hadirat Tuhan!

Tuhan, ijinkan aku mengikut Engkau dan diam di dalam hadirat-Mu, apapun harganya.

Daud mengerti bahwa hadirat Allah diam di Tabut, maka ia menginginkan Tabut itu dekat dengan rumahnya untuk menerima berkat Tuhan turun ke atas rumahnya dan keatas hidupnya. Pada malam hari, Daud ingin melihat orang-orang memuji Tuhan di dalam kemah Suci di Bukit Sion: “Nyanyian ziarah. Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam.” (Mzm 134:1). Ketika Daud berjalan-jalan di istananya, ia bisa melihat ke Bukit Sion dimana Tabut Perjanjian disimpannya di dalam kemah pribadinya. Ia melihat orang-orang berdiri disana memuji Tuhan dengan tangan mereka, memberkati Tuhan.

(2) “Angkatlah tanganmu ke tempat kudus dan pujilah TUHAN! (3) Kiranya TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion.” (Mzm 134:2-3).

Daud memiliki hasrat untuk hidup di dalam hadirat Tuhan; keintiman dengan Tuhan adalah mimpinya terus menerus. Daud ingin diam sepanjang masa di rumah Tuhan, dimanapun itu. Daud terus menerud menyembah Tuhan dari hatinya dan memberkati Tuhan sepanjang masa. Apakah Sdr memiliki hasrat Daud untuk diam di rumah Tuhan dan menikmati hadirat-Nya? Kabar baiknya bagi kita adalah bahwa kita tidak perlu lagi bepergian ke Yerusalem atau tempat tertentu lainnya untuk diam di hadirat-Nya. Ia menemui domba-domba-Nya dimanapun mereka tinggal.

Tuhan, aku mengasihi-Mu. Aku ingin diam di hadirat-Mu untuk menyembah Engkau.

 

Ketika Daud berkata “Aku akan diam,” ia sedang membuat janji iman. Daud tahu Tuhan sudah memberkati dia dan bahwa Tuhan adalah gembalanya. Daud memiliki hubungan yang demikian kuat dengan Tuhan sehingga ia percaya bahwa suatu hari nanti ia akan kembali ke kota kudus untuk tinggal bersama Tuhan.

Perhatikanlah Daud tidak berkata, “Aku ingin diam” Banyak hal di dunia ini yang Sdr inginkan tetapi Sdr tidak memperolehnya. Sdr mungkin menginginkan mobil baru, rumah yang lebih besar atau peralatan elektronik yang mutakhir. Sdr rindu atau mendambakan sesuatu, tidak tahu apakah akan mendapatkannya. Ketika Daud berkata “Aku akan diam,” ia sedang membuat pernyataan dengan iman yang teguh bahwa Tuhan suatu hari nanti akan mengembalikan dia ke Yerusalem dan k erumah Tuhan. Ia tahu ia akan tinggal bersama Tuhan sepanjang masa.

Tuhan, aku tahu Engkau akan membawaku ke surga.

 

Tetapi ada pengertian penting yang lain untuk istilah “Aku akan diam”. Itu adalah pernyataan komitmen. Daud sedang membuat suatu pernyataan untuk kembali ke rumah Tuhan. Ini adalah sesuatu yang harus dilakukannya. Ketika Daud berkata, “Aku akan diam,” ia sedang membuat komitmen bahwa kekayaannya, prajurit-prajuritnya, bahkan hidupnya sendiri, akan diserahkan untuk melakukan apapun juga untuk pulang kembali ke Yerusalem dan pulang ke rumah Tuhan. Anaknya Absalom telah mengusirnya keluar dari rumahnya dan keluar dari Yerusalem, jauh dari Tabut Perjanjian dan jauh dari hadirat Tuhan. Tetapi ketika Daud berkata, “Aku akan diam,” ia membuat janji untuk kembali dan menyembah Tuhan di Bukit Sion.

Seperti Daud, kita dapat mengakhiri pembahasan hari ini dengan berkata, “Aku akan diam di rumah Tuhan sepanjang masa,” Pernyataan ini adalah akhir yang sempurna dari perikop Firman Tuhan yang paling disukai di dalam Kitab MAmzmur. Seperti Daud, kita merasa yakin bahwa setelah melewati seluruh lembah kehidupan dan padang yang berumput hijau, rumah kita yang kekal menanti – dan kita akan diam disana sepanjang masa bersama dengan Gembala kita.

 

TINDAK LANJUT

Sekarang Sdr sudah menyelesaikan pembahasan Mazmur 23, lalu apa selanjutnya?

Mengapa Sdr tidak membuat pelajaran-pelajaran di dalam Mazmur ini menjadi bagian dari perjalanan hidup Sdr sehari-hari bersama Tuhan?

Pertama pupuklah suatu sikap yang setia untuk berjalan bersama Gembala Sdr setiap menit dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang sisa waktu hidupmu. Sangatlah sederhana. Ia ada bersama Sdr setiap waktu, karena itu seringlah berbicara dengan Dia.

Kedua, aplikasikan prinsip-prinsip dari Mazmur 23 ke dalam bagian-bagian lainnya dari Firman Tuhan. Berbicaralah dengan Tuhan ketika Sdr membaca alkitab, mintalah kepada-Nya untuk membuat kebenaran-kebenaran dari Firman-Nya menjadi nyata di dalam hidup Sdr. Berbicaralah kepada Tuhan mengenai Firman ketika Sdr membacanya. Lalu majulah selangkah lagi: Ubahlah kata-kata di dalam Firman menjadi doa. Bicaralah kepada Tuhan dengan menggunakan kata-kata dari Alkitab.

Ketiga, berdoalah memakai Mazmur 23 secara rutin. Semua Kekristenan ada di dalam Mazmur 23, seperti keseluruhan pohon ada di dalam biji/benihnya; karena itu berdoa menggunakan Mazmur 23 berarti Sdr sedang mendoakan setiap aspek dari iman Sdr. Jika Sdr hanya dapat berdoa sekali dalam sehari, saya menyarankan Sdr agar berdoa menggunakan Mzm 23.

DOA MAZMUR 23

Karena Engkau adalah Gembalaku,

Aku menyerahkan semua keperluanku kepada-Mu

Sediakanlah bagiku padang yang berumput hijau untuk berbaring

Bimbinglah aku ke air yang tenang

Segarkanlah jiwaku ketika aku merasa kosong

Tuntunlah aku di jalan yang benar oleh karena nama-Mu

Sertailah aku dalam bahaya ketika aku berjalan

Melewati lembah kekelaman

Lepaskanlah aku dari yang jahat

Dan lindungilah aku dengan gada-Mu dan tongkat-Mu

Sediakanlah hidangan bagiku

Agar lawanku dapat melihat pemeliharaan-Mu

Urapilah aku dengan minyak kesembuhan-Mu

Izinkanlah aku minum dari piala pemeliharaan-Mu yang penuh melimpah

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku

Dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Sumber: Elmer L Towns, Praying the 23rd Psalm.

Alih Bahasa: Inawaty Suwardi, Rajawali Family Ministry

 

Alamat Kami :

GSJA CWS RAJAWALI
Graha Rajawali

Ruko Mal Depok Blok B 42-43
Depok - Jawa Barat
Indonesia

Hubungi Kami :

Telp. +62 21 776 0204;  Fax. +62 21 776 0205
E-mail: info@rajawalifamily.com

webadmin@rajawalifamily.com